Rabu, 8 April 2026

Internasional

Presiden Palestina Lobi Komunitas Yahudi AS, Minta Dukungan Solusi Dua Negara

Presiden Palestina Mahmoud Abbas melobi komunitas Yahudi di AS untuk mengakhisi konflik dengan Israel melalui solusi dua negara.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menggelar pertemuan virtual dengan komunitas Yahudi AS, J Street. 

SERAMBINEWS.COM, CHICAGO - Presiden Palestina Mahmoud Abbas melobi komunitas Yahudi di AS untuk mengakhisi konflik dengan Israel melalui solusi dua negara.

Abbas mengatakan dalam konferensi tahunan lobi progresif Yahudi Amerika, J Street.

Dillansir AFP, Senin (19/4/2021), dia menegaskan akan kembali ke meja perdamaian untuk merundingkan solusi dua negara dengan Pemerintah Israel.

Selama presentasinya Abbas menuduh pemerintah Israel sebagai penghalang perdamaian dengan menolak berbicara dan dia bergabung dengan pembicara lain untuk menari dukungan Solusi Dua Negara.

Pada 2008, Abbas bertemu 35 kali dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert di Madrid.

Bahkan, hampir mencapai kesepakatan, tetapi diskusi dibatalkan ketika Olmert digulingkan dari jabatan dan Benjamin Netanyahu terpilih sebagai Perdana Menteri.

Baca juga: Palestina Kecam Inggris, Menolak Penyelidikan Kejahatan Perang Israel Oleh Jaksa ICC

“Kami percaya pada solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967… dan pembagian Jerusalem Timur kata Abbas kepada delegasi konferensi. J Street.

" Kami siap untuk melanjutkan negosiasi,” harapnya.

Pertemuan virtual J Street diadakan sebagai tanggapan atas pandemi COVID-19 yang berkelanjutan dan menarik hampir 5.000 peserta secara online.

Dalam pidatonya, Olmert mengatakan dia percaya bahwa perdamaian berdasarkan solusi dua negara tidak hanya mungkin.

Tetapi juga dapat dilakukan jika Israel memiliki kepemimpinan pemerintah yang tepat untuk terlibat dalam negosiasi langsung dengan Palestina dan jika Palestina merangkul konsep tersebut secara terbuka.

“Tidak ada cara lain untuk menyelesaikan konflik bersejarah antara Israel dan Palestina… berdasarkan perbatasan tahun 1967," ujarnya.

Apalagi, akan ada beberapa perubahan di perbatasan, tetapi total ukurannya akan sama seperti pada tahun 1967.

“Jika kita duduk bersama dengan Palestina atas dasar itu, saya yakin bisa diselesaikan,” tambahnya.

Mantan PM itu merinci diskusi yang dia lakukan dengan Abbas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved