Pascainsiden Penganiayaan Perawat di Palembang, Satpam yang Terekam Video Kena Pecat
Saat perawat dipukuli keluarga pasien, satpam tersebut tampak hanya menonton dan tidak berusaha melerai atau mengamankan.
Menurut Bona kebijakan terkait pemutusan kontrak kerja atau pun lainnya yang menyangkut dengan petugas keamanan tersebut merupakan wewenang dari vendor penyedia jasa tenaga keamanan.
"Dari vendor juga ada juga training dan refreshing," jelas Bona.
Dia menambahkan, saat ini pihak RS masih melakukan perawatan kepada CRS.
Perawatan fisik pun masih akan berlanjut hingga satu pekan ke depan.
"Psikis kita tunggu kapan pun kesiapan dia kalau sudah siap baru akan kita pulangkan," kata Bona.
Baca juga: Seorang Perawat di Siloam Dipukuli, Satpam Tak Berkutik, Ini Tindakan RS Terhadap Satpam Itu
Kondisi Perawat RS Siloam Pasca Dianiaya
Dilansir TribunSumsel.com, setelah dianiaya orang tua pasien, perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang akhirnya mencurahkan isi hatinya.
Saat itu CRS alias Christina Ramauli S dihubungi oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Keadaannya setelah dianiaya JT pun ia ceritakan.
Kepada Herman Deru, Christina Ramauli S mencurahkan keadaannya pasca dianiaya oleh JT.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru lantas menghubungi Christina Ramauli S lewat video call.
"Gimana kondisi kamu? bapak lihat di TV di medsos kamu menjadi orang yang sangat diperbincangkan. Tapi yang penting kamu tabah ya," kata Herman Deru.
Christina tampak mengenakan masker dan baju garis biru corak putih.
"Iya Pak," kata CRS.
Herman Deru lantas menanyakan kondisi Christina saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fa04209991.jpg)