Breaking News:

Pedagang Peunayong Direlokasi Bulan Depan, Termasuk Lapangan SMEP dan Pasar Kartini

Pemerintah Kota Banda Aceh sudah menetapkan jadwal relokasi kembali terhadap pedagang kawasan Pasar Peunayong ke Pasar Al Mahira Lamdingin

FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Asisten II Kota Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi memimpin Rapat Relokasi Pedagang Kawasan Pasar Ikan Peunayong ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, di Gedung Mawardi Nurdin Kota Banda Aceh, Selasa (20/04/2021). 

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh sudah menetapkan jadwal relokasi kembali terhadap pedagang kawasan Pasar Peunayong ke Pasar Al Mahira Lamdingin, yang direncanakan pada 24 Mei 2021. Selama ini para pedagang itu diizinkan berjualan hanya untuk sementara.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Asisten II Kota Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi pada Rapat Relokasi Pedagang Kawasan Pasar Ikan Peunayong ke Pasar Al Mahirah Lamdingin, di Gedung Mawardi Nurdin Banda Aceh, Selasa (20/4/2021).

Samsuar mengatakan, jadwal relokasi pasar tersebut sudah ditetapkan pada 24 Mei 2021. Penetapan tanggal itu atas permintaan dan usulan dari pedagang di Pasar Peunayong.

“Setelah dilakukan diskusi secara kekeluargaan bersama dengan pedagang atas usulan pedagang sendiri, Wali Kota Banda Aceh menyetujui untuk tanggal 24 Mei mendatang akan dilakukan relokasi Pasar Peunayong ke Lamdingin,” kata Samsuar.

Rencana relokasi pasar pada tanggal tersebut sudah disetujui oleh pedagang ikan, pedagang daging, pedagang bumbu, pedagang ayam dan pedagang sayur. Relokasi kali ini tak hanya menyasar para pedagang yang berjualan di Pasar Ikan Peunayong saja, tetapi juga mereka yang selama ini berjualan di Lapangan SMEP dan Pasar Kartini.

“Untuk pedagang di Pasar Kartini dan Lapangan SMEP tetap akan dilakukan relokasi pada tanggal tersebut juga. Kali ini kita pindah secara bersama. Semua pedagang yang berjualan di pasar pemerintah di kawasan Peunayong pindah serentak,” tuturnya.

Samsuar menambahkan, Pemko melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan bersama UPTD Pasar telah melakukan langkah-langkah relokasi pasar dengan melakukan pendataan ulang semua pedagang, mempersiapkan sarana dan prasana Pasar Al Mahirah, serta akan terus melakukan   komunikasi atau sosialisasi dengan pedagang.

Samsuar menambahkan, untuk sarana dan prasarana di Pasar Al Mahirah Lamdingin, dipastikannya sudah tertangani. Saat ini hanya tinggal beberapa sarana pendukung lain yang akan dikerjakan bulan depan.

Rapat kemarin diikuti oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Plt. Kasatpol PP Kota Banda Aceh, Kabid Pengelola Informasi Publik Diskominfotik Banda Aceh, Kabid Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan Dishub Kota Banda Aceh, Kepala UPTD Pasar, Perwakilan DLHK3 Kota Banda Aceh, Perwakilan Camat Kuta Alam, Keuchik Gampong Lamdingin dan pegawai pemerintah kota lainnya.

Relokasi pedagang dari Peunayong menuju Pasar Al Mahirah Lamdingin ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh Pemko Banda Aceh. Berdasarkan catatan Serambi, pedagang sempat direlokasi ke pasar tersebut pada Juni 2020 lalu. Saat itu ratusan pedagang sudah menempati los sayur, ikan, ayam dan daging.

Sebulan kemudian, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Sekda Aceh, dr Taqwallah meresmikan pasar tersebut. Tepatnya pada 7 Juli 2020. Namun karena sepinya pembeli, para pedagang hanya sempat menempati pasar itu selama dua bulan saja. Pada Agustus 2020, para pedagang memutuskan kembali lagi ke Peunayong. Salah satu protesnya, karena pemindahan itu tidak dibarengi dengan pedagang di Pasar kartini dan Lapangan SMEP.

Pasar Lamdingin itu dibangun pada 2016 oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. Pembangunan itu merupakan bagian program revitalisasi 1.000 pasar rakyat yang digalakkan Presiden. Dana APBN yang digelontorkan untuk pembangunanya diperkirakan mencapai Rp 14 miliar.

Namun setelah rampung, pasar sempat dibiarkan tak berfungsi sekitar tiga tahun. Kini, Pasar Lamdingin diproyeksikan sebagai pasar induk di Banda Aceh, apalagi lokasi dekat dengan pelabuhan perikanan. Sedangkan lokasi pasar di peunayong akan direvitalisasi menjadi pusat kuliner dan wisata heritage.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved