Breaking News:

Heboh Joget Bareng di Banda Aceh

Terkait Kerumunan Massal di Konser Amal Mahasiswa di Kafe Banda Aceh, Ini Kata Anggota Dewan

"Seharusnya pemilik cafe bisa lebih hati-hati dan teliti, dalam menyediakan fasilitasnya untuk sebuah kegiatan. Jika memang dirasa telah melanggar...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad. 

"Seharusnya pemilik cafe bisa lebih hati-hati dan teliti, dalam menyediakan fasilitasnya untuk sebuah kegiatan. Jika memang dirasa telah melanggar syariat Islam dan protokol Covid-19, bisa langsung membubarkan, bukan malah membiarkan dan ikut dalam euforia kegiatannya," ujar Anggota Dewan termuda ini.

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelanggaran syariat Islam dan protokol kesehatan kembali terjadi di Kota Banda Aceh, tepatnya dalam sebuah acara konser amal di Cafe New Soho, seputaran REX Peunayong. 

Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad mengatakan, sangat disayangkan karena acara yang dinamakan konser amal ini ternyata berisi joget-joget, menjadi ajang berkumpulnya muda-mudi dengan saling bernyanyi dan huru-hara di saat sebagaian masyarakat yang lain beribadah di malam Ramadan. 

Atas kejadian ini timbullah kecaman dari banyak pihak, karena telah mencoreng semangat pelaksanaan Syariat Islam dan pencegahan Covid 19 yang mulai kembali meningkat di Banda Aceh.

Menanggapi kejadian ini, Tuanku Muhammad selaku Ketua Fraksi PKS sangat menyayangkan peristiwa ini harus kembali terjadi di Kota Banda Aceh menjelang HUT yang ke-816. 

Belum lagi di tengah bulan suci Ramadan yang seharusnya memperbanyak ibadah, bukan melakukan kegiatan-kegiatan yang jauh dari kesucian bulan ini.

"Seharusnya pemilik cafe bisa lebih hati-hati dan teliti, dalam menyediakan fasilitasnya untuk sebuah kegiatan. Jika memang dirasa telah melanggar syariat Islam dan protokol Covid-19, bisa langsung membubarkan, bukan malah membiarkan dan ikut dalam euforia kegiatannya," ujar Anggota Dewan termuda ini.

Baca juga: Heboh Video Joget Bareng di Malam Ramadhan, Petugas Gabungan Segel Satu Cafe di Peunayong

Katanya, untuk pengguna cafe yang disinyalir adalah para mahasiswa seharusnya juga tidak membuat kegiatan yang bisa merusak semangat gemilang Kota Banda Aceh dalam bingkai Syariat Islam dan juga melanggar protokol kesehatan. 

"Jika kejadian seperti ini terjadi, maka semua pihak akan rugi, termasuk masyarakat Kota Banda Aceh yang kembali terhinakan," Ucap Tuanku.

Namun ia mengapresiasi  gerak cepat pihak keamanan, baik itu Satpol PP dan WH, Polri, TNI dan juga tim satgas Covid 19 kota Banda Aceh pascakejadian ini.

"Alhamdulillah pascabermunculan video joget semalam, pihak yang bertanggung jawab bisa langsung turun tangan dengan melakukan penyegelan bagi pihak pemilik cafe dan juga memanggil pihak panitia acara," lanjutnya.

Katanya, kebijakan Ini bisa menjadi tindakan tepat, sehingga masyarakat merasa adil.

Karena selama ini, terkesan hanya di pelaksanaan ibadah saja yang harus dijalankan protkes dengan ketat. 

"Ini membuktikan, bahwa keadilan di Kota Banda Aceh masih ada denyutnya." Ujarnya.

Pada akhirnya, ia mengajak kepada semua pihak baik warga Kota Banda Aceh maupun yang datang dari luar kota Banda Aceh untuk bisa menghargai semangat kita semua untuk mewujudkan Banda Aceh gemilang dalam bingkai Syariat Islam.

Apalagi, di tengah kesucian bulan Ramadan ini. (*)
 

Baca juga: Ternyata Remaja yang Joget Bareng di Kafe Banda Aceh Gelar Konser Amal untuk Korban Banjir NTT

 

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved