Breaking News:

Internasional

UEA Segera Berlakukan Pembatasan Pergerakan Penduduk, Penolak Suntikan Vaksin Covid-19

Uni Emirat Arab (UEA) sedang mempertimbangkan memberlakukan pembatasan pergerakan pada individu yang ragu divaksinasi Covid-19.

AFP
Seorang wanita disuntik vaksin Covid-19 di Dubai 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) sedang mempertimbangkan memberlakukan pembatasan pergerakan pada individu yang ragu divaksinasi Covid-19.

Dr. Saif Al-Dhaheri, juru bicara Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional menegaskan vaksin menjadikan satu-satunya cara terbaik kembali ke kehidupan normal.

"Menunda atau menahan diri dari mengambil vaksin merupakan ancaman bagi keselamatan masyarakat," ujarnya.

Bahkan, akan menempatkan semua kelompok, terutama mereka yang paling rentan terhadap infeksi, dalam risiko, jelas Dr. Al -Dhaheri, seperti dilapor media lokal.

Baca juga: Wilayah Pemberontak Idlib, Suriah Mulai Terimas Vaksin Covid-19, Vaksinasi Warga Segera Dimulai

Dia mengatakan langkah-langkah ketat sedang dipertimbangkan untuk membatasi pergerakan individu yang tidak divaksinasi.

Juga menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti membatasi masuk ke beberapa tempat dan beberapa layanan, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang, tambahnya

Daat dia mendesak warga. berusia 16 tahun ke atas untuk mendapatkan vaksinasi.

UEA melaporkan 1.903 kasus virus Corona dan tiga kematian terkait dengan penyakit yang sangat mudah menular pada Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Israel Sepakati Pembelian Jutaan Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer

Di tengah-tengah program inokulasi pemerintah yang berkelanjutan untuk warga dan penduduk.

Beban kasus COVID-19 di negara itu sekarang mencapai 500.860 sementara jumlah total kematian mencapai 1.559, sebuah laporan dari kantor berita negara WAM mengatakan.

Pejabat kesehatan mengatakan bahwa 113.621 dosis vaksin COVID-19 telah diberikan dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah suntikan yang diberikan menjadi 9.788.826 dengan tingkat distribusi 98,97 dosis per 100 orang.

Abu Dhabi sebelumnya menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech, suntikan COVID-19 kedua yang akan tersedia di emirat.

Baca juga: Dubai Izinkan Ibu Menyusui dan Hamil Disuntik Vaksin Covid-19

Setelah memulai kampanye massal menggunakan vaksin Sinopharm yang telah diujicobakan di negara tersebut.

Pfizer memperoleh persetujuan darurat di UEA pada bulan Desember dan Dubai meluncurkan vaksin tersebut selama bulan itu.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved