Selasa, 14 April 2026

KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

KSAL Sebut KRI Nanggala 402 Tenggelam Bukan karena Ledakan

Setelah lebih dari 72 jam, kepastian nasib kapal selam KRI Nanggala-402 akhirnya bisa disimpulkan tenggelam bukan karena ledakan

Editor: Muhammad Hadi
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono. 

SERAMBINEWS.COM - Setelah lebih dari 72 jam, kepastian nasib kapal selam KRI Nanggala-402 akhirnya bisa disimpulkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAL Laksamana Yudo Margono membuat kesimpulan yang sama.

Kapal selam KRI Nanggala-402 yang berawak 53 orang hampir dipastikan tenggelam.

Kesimpulan itu ditarik setelah menemukan sejumlah serpihan selama pencarian.

Serpihan itu berupa peluncur tabung terpedo, pembungkus pipa pendiking, dan boto orante pelumas periskop kapal selam.

Juga ditemukan tumpahan minyak yang diduga berasal dari KRI Nanggala-402.

Baca juga: KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Tumpahan Minyak, Serpihan dan Barang Ini Jadi Petunjuk

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan kapal selam KRI Nanggala-402 kemungkinan besar tenggelam.

Menurut Hadi, TNI AL telah menemukan isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 setelah melakukan pencarian selama 72 jam.

 "Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti autentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," kata Hadi dalam konferensi pers di Bali, Sabtu (24/4/2021).

Hadi juga menuturkan jika dini hari tadi adalah batas akhir dari persediaan oksigen yang menjadi life support bagi crew kapal.

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam," ujarnya.

Baca juga: Ditlantas Polda Aceh Swap Antigen Gratis Penumpang Bus di Terminal Batoh

Adapun barang-barang yang ditemukan yaitu pelusur tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan di botol oranye pelumas periskop kapal selam.

Ditemukan juga alat yang dipakai ABK Nanggala untuk shalat dan spon untuk menahan panas pada presroom.

"Dengan adanya bukti otentik Nanggala, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Bukan Ledakan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved