Breaking News:

Berita Banda Aceh

Sidak Rumah Sakit, Komisi V DPRA Temukan Alat Kesehatan Ruang Pinere Masih Kurang

Komisi V DPRA yang membidangi kesehatan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Ruang Pinere Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA)

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Komisi V DPRA melakukan sidak ke Ruang Pinere RSUZA untuk memeriksa kesiapan rumah sakit menanggani pasien Covid-19, Sabtu (24/4/2021) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah muncul kabar kasus Covid-19 di Aceh kembali meningkat, Komisi V DPRA yang membidangi kesehatan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Ruang Pinere Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada Sabtu (24/4/2021).

Rombongan Komisi V dipimpin M Rizal Falevi Kirani. Turut mendampingi juga Sekretaris Komisi V, Iskandar Usman Al-Farlaky dan Anggota Komisi V, Tarmizi SP, Ansari Muhammad SPt MSi, dan Muslim Syamsuddin, ST MAP.

Dalam sidak itu, anggota Komisi V menerima laporan dari Kepala Ruang Rawat Pinere yang mengaku saat ini mereka kekurangan tenaga kesehatan dan kewalahan jika jumlah pasien terus bertambah setiap harinya.

Baca juga: Jadwal Cair THR Pensiunan dan Jumlah THR PNS serta THR TNI/Polri 2021

"Karena untuk merawat 34 pasien hanya 4 orang perawat per shif yang standby," kata Falevi kepada Serambinews.com mengutip pengakuan Kepala Ruang Rawat Pinere.

Mereka juga mengaku kekurangan beberapa alat yang digunakan untuk pasien Covid-19 seperti CCTV 18 Unit, papan grafik 1 buah, sentral monitor 2 unit, USG portable 1 unit, Xray 1 unit serta Monitor Dinding (Nihon) 10 unit.

"Padahal alat-alat tersebut sangat dibutuhkan guna memantau berbagai kondisi sinyal tubuh pada pasien dan digunakan untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah dan denyut nadi pada pasien yang menderita Covid-19," lanjut politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini.

Baca juga: Curhat Abang Kandung Irfan Suri, Putra Aceh di KRI Nanggala; Kami Tidur Sekamar, Baju Sering Sama

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Komisi V DPRA meminta kepada Pemerintah Aceh maupun Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 di Aceh supaya serius menangani pasien yang terkonfirmasi corona.

"Bukan hanya beretorika tetapi nihil dalam bekerja dalam memutus mata rantai Covid-19 di Aceh.

Ini sudah tahun ke 2 kita menghadapi kasus yang sama, tetapi Pemerintah Aceh belum memiliki kesiapan yang matang terkesan jalan di tempat," ujarnya.

Baca juga: 20 Orang Terkaya di Indonesia 2021, Ini Daftar Terbaru versi Forbes

Falevi juga mempertanyakan peruntukan dana refocusing tahun 2020.

Dalam sidak itu, kata Falevi, pihaknya mendengar langsung keluhan para tenaga kesehatan (nakes) yang sangat lelah dalam bekerja tapi uang insentif mereka belum cair sesuai yang dijanjikan.

"Belum lagi perawat sangat kurang, kita harap kepada Pemrintah Aceh dan Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 agar lebih serius menangani pasien Covid-19 dan juga memperhatikan kesejahteraan nakes. Kok alkes (alat kesehatan) masih kurang," demikian Falevi.(*)

Baca juga: Mualem Buka Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR) Ke-20 di Aceh Singkil

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved