Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Membedah Diri dengan "Pisau" Ramadhan

ACEH sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan syariat Islam di Indonesia, secara bertahap terus berbenah untuk mengimplementasikan syariat Islam

Editor: hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kadis Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum 

Oleh Dr. EMK Alidar, S.Ag., M.Hum

ACEH sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan syariat Islam di Indonesia, secara bertahap terus berbenah untuk mengimplementasikan syariat Islam secara kaffah di seluruh wilayahnya.

Selain didukung oleh qanun, pelaksanaan syariat Islam secara kaffah juga didasarkan pada peraturan selevel undang-undang. Setidaknya ada tiga undang-undang yang menggaransi penerapan syariat Islam di Aceh.

Ketiga undang-undang tersebut adalah UU Nomor 44/1999 tentang Keistimewaan Provinsi Daerah Aceh; UU Nomor 18/2001 tentang Otonomi Khusus; dan UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Keseriusan Pemerintah Aceh dalam menerapkan syariat Islam dapat dilihat melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan regulasi dan budaya. Dari pendekatan regulasi, sangat banyak peraturan yang sudah dikeluarkan Pemerintah Aceh untuk memperkuat pelaksaan syariat Islam.

Seperti Qanun Nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayat; Qanun Nomor 8/2014 tentang Pokok-Pokok Syariat Islam; dan Qanun Nomor 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariat dan lain sebagainya. Terbitnya qanun-qanun tersebut menjadi bukti kekonsistenan Pemerintah Aceh terhadap syariat Islam.

Sedangkan dari pendekatan budaya, Pemerintah Aceh terus berupa mensinergikan penerapan syariat Islam dengan nilai-nilai budaya, kultur dan adat istiadat Aceh. Pengoptimalan peran tokoh agama, adat, dan masyarakat menjadi indikator keseriusan Pemerintah Aceh menghidupkan syariat Islam secara kultural.

Di sini, peran Pemerintah Aceh menjadi pincang tanpa partisipasi masyarakat. Masyarakat diharapkan memainkan peran strategis dalam menghidupkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Masih rendahnya komitmen masyarakat dalam menjalankan syariat menjadi masalah serius dalam penerapan syariat Islam. Tingginya angka kemiskinan, muda-mudi duduk berduaan di waktu-waktu shalat, dan tingginya pelanggaran terhadap syariat sering menjadi bahan sorotan publik di tingkat lokal, nasional, dan bahkan internasional.

Sebab, penerapan syariat Islam di Aceh terkesan hanya sebatas formalitas semata dan belum mendarah daging dalam kultur masyarakat Aceh. Sehingga apa pun usaha Pemerintah Aceh untuk membenahi penerapan syariat Islam terasa hambar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved