Breaking News:

Berita Aceh Utara

Warga di Aceh Utara Cepat-cepat ke Sawah untuk Panen Padi Jelang Sahur, Ternyata Ini Penyebabnya

Hal ini dilakukan warga untuk mengantisipasi agar padi yang baru dipanen tidak dibawa arus banjir. 

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Areal persawahan berisi padi siap panen di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara yang terendam banjir. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Puluhan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara pada Senin (26/4/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, terpaksa turun ke sawah untuk menyelamatkan padi yang sudah di panen dengan menggunakan sabit. 

Hal ini dilakukan warga untuk mengantisipasi agar padi yang baru di panen tidak dibawa arus banjir

Pasalnya, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras, dari Minggu (25/4/2021) sore sampai malam.

Lalu, tiga jam kemudian atau pada Senin (26/4/2021) dini hari, menyebabkan air meluap dari sungai yang mengelilingi kawasan tersebut ke rumah warga. 

Sebagian warga di kawasan itu masih memanen padi menggunakan sabit, karena tak bisa dilintasi mesin potong padi. 

Baca juga: Martunis Ronaldo Sebut Telah Jadi Bagian Partai Demokrat Sejak Tahun 2013: Saya Suka Demokrat

Baca juga: Krueng Keureuto Meluap, Lima Desa di Aceh Utara Kembali Terendam Banjir 

Baca juga: Kisah Haru Seorang Ibu Tukang Cuci Pakaian di Aceh Utara, Putranya Lulus Menjadi Prajurit TNI

“Semalam sekitar pukul 01.00 WIB, ketika saya pulang dari Keude Matangkuli melintasi sungai," ujar Bustanul.

Karena airnya sudah mulai penuh, kemudian saya kabari ke warga,” kata Bustanul Hakiki (30), warga Desa Siren, Kecamatan Matangkuli kepada Serambinews.com, Senin (26/4/2021).

Kemudian, sejumlah warga yang sudah memanen padi mulai mempersiapkan diri. 

Satu jam kemudian, beberapa warga di Desa Siren yang sudah memanen padi mengajak sejumlah warga untuk menyelamatkan padi yang sudah siap panen

Ternyata bukan hanya warga dari Siren saja, tapi beberapa warga dari Desa Lawang, Meunye, Pante, dan Beuringen Pirak, juga turun ke sawah untuk menyelamatkan padi yang sudah dipanen. 

Baca juga: Orang Super Kaya di India Memilih Kabur ke Negara Lain, Demi Menghindari ‘Amukan’ Covid-19

Baca juga: Nikita Mirzani Murka, Geram Kelakuan Artis Berinisial N yang Disebutnya Jelekkan Orang untuk Pansos

Baca juga: Besaran Zakat Fitrah dengan Uang di Aceh Singkil Naik Dua Kali Lipat, Penyebabnya Karena Hal Ini

Sementara itu, Johana Rida alias Raja (30), warga Desa Alue Tho kepada Serambinews.com juga menyebutkan air mulai merendam rumah warga sekitar pukul 07.00 WIB, dengan ketinggian mencapai 50 centimeter. 

Selain merendam rumah, juga  jalan dan padi warga yang sedang, atau akan dan sudah panen, juga ikut terendam.

Menurutnya, kendati sekitar pukul 15.00 WIB, sudah mulai surut, tapi sangat berpotensi terjadi kembali banjir.

Karena beberapa kawasan Aceh Utara dipastikan sedang diguyur hujan deras, sehingga sangat besar kemungkinan akan terjadi banjir lagi. 

Baca juga: Menangis di Pinggir Jalan, Dua Balita di Aceh Tamiang Diantar Warga ke Polsek

Baca juga: Bocah Terkunci Ketiduran dalam Mobil, Digoyang Bak Gempa juga Tak Bangun

Baca juga: Total Kasus Positif Covid-19 di Aceh Capai 10.677 Orang, Ini Rincian Datanya

“Karena sebagian warga yang sudah panen padi, tapi sudah direndam banjir,” ujar Johana.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved