Lebaran 2021
Dr Rahmadon: Akan Berpahala Jika Tidak Mudik Pada Saat Seperti Ini, Demi Kemaslahatan Bersama
Semenjak Minggu terakhir ini setidaknya ada 87 kasus baru terjadi di Aceh terhadap penyebaran Covid-19 ini yang perlu langkah pencegahan maksimal.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Imbauan pemerintah terkait pelarangan mudik Lebaran 1442 H demi pencegahan penyebaran Covid-19 yang kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir, disambut prokontra masyarakat.
Banyak yang menentang kebijakan ini dengan berbagai alasan, terutama menghambat silaturahmi.
Tapi banyak pula yang melihat pelarangan ini dengan cara pandang positif, semata-mata demi keselamatan warga negara.
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekah Banda Aceh H Rahmadon, MEd, PhD adalah di antara yang melihat pelarangan mudik ini dari sisi positif.
Ia juga menyampaikan kebijakan pemerintah tentang pelarangan mudik ini sesungguhnya untuk menekan angka peningkatan penyebaran Covid-19 yang saat ini kembali merebak di Aceh dan juga secara Nasional.
Semenjak Minggu terakhir ini setidaknya ada 87 kasus baru terjadi di Aceh terhadap penyebaran Covid-19 ini yang perlu langkah pencegahan maksimal bersama.
Di level dunia, saat ini India merupakan negara yang menduduki peringkat teratas dalam peningkatan kasus Covid-19.
India menghadapi tsunami Covid-19, karena ketidakpatuhan warga terhadap imbauan pemerintah.
"Kita akan berpahala untuk tidak melakukan mudik dalam waktu sekarang ini demi kemaslahatan bersama,” ungkap Dr Ramadon dalam rilis kepada Serambinews.com, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: Pemerintah Panik, Mutasi Virus Baru Penyebab Covid-19 dari India Masuk Indonesia Jangkiti 10 Orang
Baca juga: India Kewalahan Tangani Korban Covid-19, Sehari 60 Hingga 70 Mayat Harus Dibakar
Baca juga: India Kerahkan Tentara Bantu Rumah Sakit, Kewalahan Tangani Lonjakan Covid-19
Mari Dapatkan Lailatul Qadar
Doktor jebolan Universitas Sennar Sudan ini menyarankan masyarakat Aceh memanfaatkan larangan mudik ini untuk meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT.
"Larangan agar masyarakat tidak mudik itu kita sikapi secara positif. Saya sarankan agar dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, terlebih pada malam-malam 10 akhir Ramadhan ini," kata ustadz yang memiliki nama lengkap Rahmadon Tosari Fauzi ini.
Rahmadon mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar mengambil hikmah di balik adanya larangan mudik dari pemerintah.
"Kalau biasanya kita mulai sibuk dari sepekan sebelum lebaran karena ingin mudik, sehingga ibadah malam terabaikan, seperti shalat tarawih dan ibadah-ibadah sunnah lainnya, maka kini kita pergunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah, itu hikmahnya sehingga kita tergolong dalam golongan orang-orang yang bertaqwa," ujarnya.
Sebab, jelas dia, memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan itu banyak keutamaan yang dapat diraih umat Islam, dikarenakan pada malam itu disebut dengan malam Lailatul Qadar (malam lebih baik dari 1.000 bulan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rahmadon-tosari-dekan-fai-usm.jpg)