Breaking News:

Petugas Tinjau Posko Perbatasan

Posko perbatasan Aceh Tamiang di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Seumadam belum sepenuhnya

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta saat mengecek kesiapan Posko Perbatasan Covid-19, beberapa waktu lalu. Setelah sempat ditutup 19 hari, posko ini kembali diaktifkan terhitung 29 Desember. 

KUALASIMPANG – Posko perbatasan Aceh Tamiang di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Seumadam belum sepenuhnya diaktifkan memeriksa kendaraan yang masuk ke Aceh, Senin (26/4/2021).

Aktivitas hari pertama diberlakukannya pemeriksaan arus kendaraan ini hanya diisi kunjungan beberapa petugas ke posko. Di lokasi hanya terlihat lima petugas, tediri atas tiga orang Dinas Perhubungan dan dua prajurit TNI.

“Dari kami hanya diminta bantuan dua anggota dan menyiapkan lokasi yang akan dijadikan posko. Untuk hal ini kami sudah memenuhinya,” kata Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Syuibun Anwar yang sepanjang hari sudah siaga di posko.

Syuibun mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan terkait belum dilaksanakannya operasi pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke Aceh. “Mungkin Kabag Ops Polres yang lebih berhak, ini kewenangan beliau,” ujarnya.

Dia menambahkan, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta bersama Kabag Ops dan Kasat Lantas sempat datang meninjau kesiapan posko pada Senin (26/4/2021) sore.  “Ada datang, tapi tidak lama hanya melihat situasi saja,” sambungnya.

Sementara Bupati Tamiang, Mursil mengungkapkan masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi sebelum mengaktifkan posko perbatasan. Dia pun berusaha akan meluangkan waktu untuk meninjau langsung posko tersebut pada Selasa (27/4/2021).

“Seharusnya tadi, ternyata tidak ada waktu karena banyak kegiatan, termasuk vidcon. Saya usahakan besok harus ke sana,” kata Mursil.

Dia menjelaskan, posko perbatasan ini perlu didirikan untuk mendukung Pengetatan Persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442H. Salah satu sasaran yang ingin dicapai ialah menghindarkan Aceh menjadi titik ledakan gelombang pertama Covid-19.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Langsa saat ini bertambah menjadi enam orang, dari sebelumnya hanya ada tiga peroleh.

"Data kita peroleh hari ini ada penambahan tiga pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Langsa," ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Langsa, M Husin, Senin (26/4/2021).

Menurut Husin, dengan adanya penambahan seperti dilaporkan Dinkes dan RSUD Langsa, maka kasus Covid-19 di daerah ini pun bertambah menjadi 23 orang.  "Dua hari sebelumnya kasus covid-19 tercatat 20 orang, dan dengan adanya penambahan tiga warga maka total sekarang pasien terpapar wabah Corona menjadi 23 orang," sebutnya.

Husin yang juga Plt Kadiskominfo Kota Langsa ini menyebutkan, bahwa 20 pasien positif Covid-19 lainnya selama berapa pekan terus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selama mengikuti isolasi mandiri, mereka dalam pemantauan tim atau petugas medis puskesmas di wilayah kecamatan masing-masing.(mad/zb)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved