Breaking News:

Internasional

Kebakaran Rumah Sakit Baghdad Dipicu Bahan Bangunan Bermutu Rendah, Mudah Terbakar

Kebakaran satu rumah sakit, tempat perawatan pasien virus Corona dipicu rendahnya mutu bahan bangunan, sehingga mudah terbakar.

AFP
Petugas memeriksa penyebab rumah sakit terbakar di Baghdad, Irak. 

SERAMBINEWS.COM, BAGHDAD - Kebakaran satu rumah sakit, tempat perawatan pasien virus Corona dipicu rendahnya mutu bahan bangunan, sehingga mudah terbakar.

Termasuk kurangnya tindakan pencegahan kebakaran yang enjadi penyebarb kobaran api mematikan yang menewaskan 82 orang dan melukai 110 orang.

Laporan itu dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Sipil Irak pada Selasa (27/4/2021).

Diansir AP, laporan tersebut menyatakan bahwa tidak ada alat penyiram atau sistem peringatan dini di gedung tempat pasien COVID-19 dirawat.

Baca juga: AS Setuju Siapkan Sisa Tentaranya Sebagai Pelatih dan Penasihat Pasukan Irak

Laporan tersebut menambahkan bahwa bahan bangunan yang mudah terbakar telah digunakan dalam pembangunan rumah sakit tersebut.

"Laporan menunjukkan ada kegagalan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan di bawah instruksi pertahanan sipil," kata Jubir Kementerian Dalam Negeri Irak, Mayjen Khaled Al-Muhanna.

Laporan pertahanan sipil mengatakan tim pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian tiga setengah menit.

Setelah kobaran api, dan api telah menyebar ke sebagian besar lantai.

Baca juga: Arsitek Mesir Berhasil Memenangkan Kejuaraan Internasional Desain Kota Mosul Irak

"Investigasi masih dalam tahap awal dan ahli belum menyerahkan laporannya kepada bukti forensik," ujarna.

"Kecil kemungkinannya kecelakaan itu adalah pembakaran" tambahnya.

"Sebagian besar terjadi karena kelalaian atau aliran listrik pendek," ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Sakit Pasien Covid-19 di Baghdad, Puluhan Pasien Meninggal Dunia

Korban tewas yang tinggi disebabkan oleh kegagalan sistem oksigen dan menghirup asap, tambah laporan itu.

Api diyakini telah dimulai setelah tangki oksigen meledak, CNN mengutip dua pejabat kesehatan di rumah sakit tersebut.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved