Breaking News:

Berita Gayo Lues

Polres Tahan 3 Tersangka Kasus Korupsi Program Karantina Hafiz di Gayo Lues, dari Rekanan hingga PA

Polres Gayo Lues sudah menahan 3 orang tersangka dalam kasus korupsi kegiatan makan minum program karantina hafiz pada Dinas Syariat islam.

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, didampingi Wakapolres Kompol M Wali, dan Kasat Reskrim Iptu Irwansyah, dalam konferensi pers di aula Mapolres Galus, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues atau Galus kini sudah menahan 3 orang tersangka dalam kasus korupsi kegiatan makan minum program karantina hafiz pada Dinas Syariat Islam (DSI) setempat.

Penahanan tersangka itu setelah hasil audit BPKP menyebutkan bahwa kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 3,7 miliar atau persisnya Rp 3.763.790.368, dari pagu anggarannya sebesar Rp 12,5 miliar lebih.

Dalam kasus  dugaan korupsi program karantina penghafal Al-Quran itu, ketiga orang yang ditahan dan diamankan di sel Mapolres Galus di Blangsere itu yakni, tersangka Lukman Hakim (LH), selaku rekanan dalam hal ini pihak ketiga penyedia Wisma Pondok Indah.

Selanjutnya, tersangka Sahrul Huda alias Apuk selaku PPTK, dan tersangka Husin (HS), selaku kuasa pengguna anggaran (PA).

Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, didampingi Wakapolres Kompol M Wali, dan Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah dalam konferensi pers di aula Mapolres Galus, Rabu (28/4/2021), mengatakan, ketiga tersangka yang sudah diamankan di sel Mapolres tersebut ditahan dengan waktu yang berbeda-beda.

Baca juga: Kasus Pemotongan Dana Beasiswa, Polda Aceh Telah Periksa 400 Saksi dan Tunggu Izin Mendagri

Baca juga: Dua Pemuda Tewas Kena Ledakan Petasan, Rumah Rusak Parah, Tubuh Korban Hancur

Baca juga: Hilal Bisa Terlihat dengan Mata Telanjang di Lhokseumawe pada 12 Mei 2021, Lebaran Diprediksi 13 Mei

Diterangkannya, tersangka diamankan setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari sekitar 20 orang saksi.

Saksi yang diperiksa mulai dari kalangan santri peserta program karantina hafiz, pimpinan pondok pesantren, hingga pihak lainnya.

"Ketiga tersangka yang sudah ditahan itu yakni, tersangka LH ditahan sejak 14 April lalu, kemudian tersangka Apuk (SH) ditahan mulai 22 April, dan tersangka HS ditahan sejak 27 April lalu," sebut Kapolres.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved