Breaking News:

Internasional

Turki Berlakukan Lockdown 21 Hari, Pusat Bisnis Ditutup, Cegah Kasus Virus Corona Meledak

Pemerintah Turki memberlakukan kembali lockdown atau penguncian selama tiga pekan atau 21 hari mulai Kamis (29/4/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Ozan KOSE
Orang-orang berbelanja di dekat Spice Bazaar di distrik Eminonu Istanbul pada 27 April 2021, dua hari sebelum penguncian penuh yang bertujuan memerangi gelombang ketiga kasus virus Corona. 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Pemerintah Turki memberlakukan kembali lockdown atau penguncian selama tiga pekan atau 21 hari mulai Kamis (29/4/2021).

Hal itu seiring kasus virus Corona dan kematian melonjak.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (27/4/2021) telah menginstruksikan orang untuk tinggal di rumah selama tiga minggu dan menutup banyak bisnis.

Tetapi, Erdohan tidak mengumumkan paket stimulus untuk mengimbangi dampak ekonomi dari pembatasan baru tersebut.

Dilansir AFP, dengan inflasi dua digit Turki, menenggelamkan mata uang nasional dan bisnis dalam masalah, banyak orang Turki telah berjuang secara finansial.

Baca juga: Pegawai Turki Terlibat Skandal Paspor Abu-abu, Cari Suaka di Jerman, Sebagian Tidak Kembali Lagi

Gozde Aslan, penjual surat kabar di Istanbul, mengatakan penguncian akan sulit karena cuaca.

“Kami harus membawa makanan ke rumah kami, dan kami hidup dalam masa di mana semuanya sangat mahal,” katanya.

“Semoga Tuhan membantu kami," harapnya

Erdogan mengumumkan penguncian penuh akan dimulai Kamis (29/4/2021) dan berlangsung hingga 17 Mei 2021.
Penduduk akan diminta untuk tinggal di rumah kecuali untuk berbelanja bahan makanan dan kebutuhan penting lainnya.

Sementara perjalanan antarkota hanya akan diizinkan dengan izin.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved