Internasional
Turki Berlakukan Lockdown 21 Hari, Pusat Bisnis Ditutup, Cegah Kasus Virus Corona Meledak
Pemerintah Turki memberlakukan kembali lockdown atau penguncian selama tiga pekan atau 21 hari mulai Kamis (29/4/2021).
Suami dan mitra bisnis Aslan, Baris, mengatakan keputusan pemerintah Turki datang terlambat tetapi benar.
Dia menambahkan ini keputusan yang sangat sulit bagi pemilik toko, bagi orang-orang yang bekerja.
Tetapi, katanya, pemerintah harus memberikan bantuan yang besar.
Awal bulan ini, Erdogan mengumumkan perpanjangan pembayaran singkat tenaga kerja untuk pekerja terdaftar yang jam kerjanya dipotong karena pembatasan pandemi.
Beberapa pembayaran sebelumnya dilakukan untuk usaha kecil.
Manajer toko sepatu Burcin Yilmaz menyesalkan bahwa dia harus menutup bisnisnya lagi.
Selama tiga bulan terakhir, beberapa toko terdekat yang sudah lama buka tutup selamanya, katanya.
"Kami harus menutup dan menunggu dan melihat apa yang terjadi pada akhirnya," kata Yilmaz.
Baca juga: Shalat dengan Tenang Sembari Menikmati Keindahan Arsitektur Ala Turki
Erdogan mengatakan kasus yang dikonfirmasi setiap hari harus dengan cepat turun di bawah 5.000 agar Turki tidak ketinggalan" karena banyak negara Eropa mulai membuka kembali.
“Kalau tidak, mau tidak mau kita akan menghadapi harga yang mahal di setiap daerah, mulai dari pariwisata hingga perdagangan dan pendidikan,” kata Presiden. Turki.
Turki sangat bergantung pada pariwisata untuk mendatangkan mata uang asing.
Anggota parlemen oposisi mengecam pemerintah pada Selasa (27/4/2021).
Pemimpin partai oposisi utama, Kemal Kilicdaroglu, meminta Erdogan untuk mengusulkan paket bantuan sosial yang akan membantu bisnis tertutup dan pekerja harian di ekonomi informal Turki.
Dia juga mendesak penangguhan proses cicilan utang untuk beberapa waktu.
Sementara setuju dengan perlunya penguncian, Kilicdaroglu berkata,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-turki-berburu-kebutuhan-pokok-sebelum-lockdown.jpg)