Breaking News:

Video

VIDEO - Warga Yangon Kembali Gelar Unjuk Rasa di Hari ke 85 Kudeta Militer Myanmar

Hari ini menandai 85 hari sejak percobaan kudeta dan lebih dari 700 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas, dan banyak yang terluka.

SERAMBINEWS.COM, YANGON - Warga Yangon, Myanmar kembali menggelar demonstrasi pada hari Selasa (27/4/2021) menentang junta militer.

Sebanyak 753 orang tewas oleh tindakan keras militer Myanmar terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta, menurut pengawas hak asasi manusia pada Senin malam.

Dua orang lagi tewas pada hari Minggu dan korban didokumentasikan pada Senin, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) dalam update terbarunya.

Sebanyak 3.441 orang ditahan dan 79 di antaranya telah divonis bersalah.

"Hari ini menandai 85 hari sejak percobaan kudeta dan lebih dari 700 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, tewas, dan banyak yang terluka," kata kelompok itu.

AAPP memperkirakan bahwa Myanmar akan berada dalam situasi yang lebih kritis jika tindakan efektif tidak diambil untuk meredam krisis tersebut.

"Perdamaian akan sulit terwujud jika tanpa demokrasi. Harus fokus untuk mengalahkan kediktatoran di Burma," tambahnya.

Tindakan keras di negara Asia Tenggara itu dimulai tepat setelah 1 Februari ketika Aung Suu Kyi yang terpilih secara demokratis digulingkan dalam kudeta dan ditahan oleh junta militer.

PBB dan kelompok hak asasi telah menyatakan keprihatinan atas penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh junta militer terhadap pengunjuk rasa tidak bersenjata.(Anadolu Agency)

Baca juga: VIDEO - LSM Indonesia Kutuk Kehadiran Pemimpin Junta Myanmar di Pertemuan ASEAN

Baca juga: Malaysia: ASEAN Jangan Bersembunyi di Balik Prinsip Non-Interferensi Terkait Situasi di Myanmar

Penulis: yuhendra saputra
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved