Breaking News:

Berita Aceh Besar

204 Napi Rutan Jantho Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Remisi lebaran yang diusulkan, mayoritas Napi yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan kasus kriminalitas lainnya.

hand over dokumen pribadi
Kepala Rutan Kelas II B Jantho, Bambang Waluyo 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sebanyak 204 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Jantho, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, diusulkan untul mendapatkan remisi Lebaran Idul Fitri 1442 H pada 13 Mei tahun 2021.

Kepala Rutan Kelas II B Jantho, Bambang Waluyo, kepada serambinews.com, Kamis (29/4/2021) mengatakan, jumlah Napi yang diusul mendapatkan remisi Lebaran Idul Fitri sebanyak 204 orang.

Menurut dia, remisi lebaran yang diusulkan mayoritas Napi yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan kasus kriminalitas lainnya.

Di sisi lain, Bambang Waluyo, menyampaikan kondisi Rutan Kelas II B Jantho Over Kapasitas. Para Napi dan Tahanan tidur berdesakan dan padat di setiap sel.

Menurut dia, saat ini jumlah Napi dan tahanan di Rutan Kelas II B Jantho,  mencapai 424 orang dan telah over kapasitas dari daya tampung hanya mencapai 111 orang atau 400 persen over kapasitas.

Seperti diketahui, Anggota Komisi I DPRA dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bardan Sahidi, sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh Besar untuk membangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Aceh di Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.

Baca juga: Modus Tawarkan Minyak Mentah, Sindikat Pencuri Bawa Kabur Uang Warga, 1 Orang Tertangkap & 2 Kabur

Baca juga: GeRAK Gayo Minta Penegak Hukum Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Karantina Hafiz di Gayo Lues

Baca juga: Jadwal MotoGP Spanyol 2021 – Tak Pernah Cicipi Podium Juara di Jerez, Joan Mir: Saya Akan Berusaha

Baca juga: Update Perkembangan Covid-19 Aceh; Total Positif Capai 10.885 Kasus

"Saya rasa ini pemikiran dan gagasan yang cerdas dan lokasi Pulo Aceh memang sangat strategis," ujar Bardan Sahidi kepada serambinews.com, Senin (26/4/2021).

Kata Bardan Sahidi, izin untuk kawasan Pulo Aceh jadi Lapas Narkoba ini tentunya izin dari Bupati Aceh Besar, sedangkan bangunan bisa dari Pemerintah Aceh atau Kemenkumham.

Dengan adanya nanti pembangunan Lapas Narkoba di Pulo Aceh akan ada petugas Lapas, aparatur negara dan ini akan berdenyut perekonomian masyarakat, karena pasti membutuhkan makan atau kebutuhan lain untuk sehari-hari.

Dan juga kata Bardan Sahidi Putra Gayo itu, untuk membina para napi narkoba akan lebih mudah dan berkelanjutan serta untuk Napi melarikan diri sangat sulit karena tidak mudah mendapatkan boat.

Baca juga: 5 Fakta Ustaz Adam Rekayasa Babi Ngepet di Depok, Beli Babi Online Rp 1,1 Juta hingga Ingin Terkenal

Baca juga: Ayah Pura-pura Baik setelah Diteriaki, Cium dan Sayangi Bayi Padahal Sebelumnya Diduga Menyiksa

Baca juga: Fakta Pria 25 Tahun Tewas Mengenaskan, Leher Ditebas Senjata Tajam, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

Menurut dia, pembangunan Lapas Narkoba Aceh di Pulo Aceh ini adalah pembangunan yang harus diprioritaskan.

Karena, seluruh napi/tahanan narkoba nanti di tempatkan satu tempat. Ini tentunya, akan dengan mudah memutus rantai penyalahgunaan narkoba di Aceh dan selama ini karena pengunjung yang mudah bertemu membuat akses peredaran narkoba semakin mudah dikendalikan,  apalagi keberadaan ponsel terhadap napi/tahanan yang berada di Lapas.

Lanjut Bardan Sahidi, selama ini kunjungan kerja di Lapas yang ada di Aceh, mayoritas penghuni atau warga binaan di Lapas/rutan 70 hingga 76 persen data 2020 adalah penyalahgunaan narkoba dan over kapasitas.

Jadi, wacana pembangunan Lapas Pulo Aceh kita berikan apresiasi dan nantinya bisa juga dikembangkan sektor wisatanya, apalagi kondisi Pulo Aceh saat ini masih tergolong tertinggal dari segi pembangunan infrastrukturnya.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved