Cari Bantuan Oksigen di Twitter untuk Kakeknya yang Sedang Sakit, Pria India Ini Malah Dipidanakan

Polisi di negara bagian Uttar Pradesh, India menuduh Shashank Yadav menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen.

Editor: Mursal Ismail
AFP/Indranil MUKHERJEE
Penduduk setempat Shahnawaz Shaikh, yang menjual mobil SUV-mengumpulkan dana guna memulai layanan gratis untuk menyediakan tabung oksigen kepada orang-orang yang membutuhkan di tengah pandemi virus Corona di Mumbai, India, Rabu (28/4/2021). 

Polisi di negara bagian Uttar Pradesh, India menuduh Shashank Yadav menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen.

SERAMBINEWS.COM - Shashank Yadav, seorang pria warga negara India yang memanfaatkan twitter untuk mencari tabung oksigen kepada kakeknya yang sedang sekarat. 

Namun, siapa sangka aksinya di tengah kesulitan ini bukan menolong dirinya, tetapi justru malah menambah masalah. 

Bagaimana tidak, polisi di India malah memidanakan pria ini. 

Polisi di negara bagian Uttar Pradesh, India menuduh Shashank Yadav menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen.

Adapun, isu itu disebarkan dengan maksud untuk menyebabkan ketakutan atau kekhawatiran.

Mengutip dari BBC, Yadav disebut bisa menghadapi ancaman penjara atas cuitannya.

Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampak Covid-19 di India.

Ketua Menteri negara bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath dituduh meremehkan parahnya krisis virus corona.

Awal pekan ini, Adityanath, sekutu sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi, menuntut agar siapapun yang menyebarkan desas-desus dan propaganda, propertinya harus disita.

Dia juga mengatakan tidak ada rumah sakit negara bagian yang kekurangan oksigen.

Padahal, pemandangan sistem kesehatan yang kewalahan telah terungkap.

Petugas di kota Amethi mengklaim "tweet palsu" Yadav telah mendorong orang lain untuk membuat tuduhan terhadap pemerintah.

Hingga akhirnya mereka mengajukan tuntutan pidana terhadap Yadav pada Selasa (27/4/2021) malam.

"Shashank Yadav telah dituntut karena menyebarkan informasi yang menyesatkan," kata Arpit Kapoor, seorang perwira polisi senior di Amethi, dikutip Indian Express.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved