Cari Bantuan Oksigen di Twitter untuk Kakeknya yang Sedang Sakit, Pria India Ini Malah Dipidanakan

Polisi di negara bagian Uttar Pradesh, India menuduh Shashank Yadav menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen.

Editor: Mursal Ismail
AFP/Indranil MUKHERJEE
Penduduk setempat Shahnawaz Shaikh, yang menjual mobil SUV-mengumpulkan dana guna memulai layanan gratis untuk menyediakan tabung oksigen kepada orang-orang yang membutuhkan di tengah pandemi virus Corona di Mumbai, India, Rabu (28/4/2021). 

Di pusat kota Bhopal, beberapa krematorium telah meningkatkan kapasitasnya dari puluhan tumpukan kayu menjadi lebih dari 50.

Namun, pasien yang akan dikremasi masih diharuskan antre selama berjam-jam.

Seperti di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat, para pekerja mengkremasi lebih dari 110 orang pada Sabtu lalu.

Tetapi, pemerintah di kota yang berpenduduk 1,8 juta jiwa itu justru menyebut jumlah total kematian akibat Covid-19 hanya 10 kasus.

Padahal, pejabat di krematorium mengakui, 'tsunami' Covid-19 itu menyerang penduduknya seperti monster.

"Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster," kata Mamtesh Sharma, seorang pejabat di krematorium tersebut.

Akibat serbuan jenazah itu, krematorium harus melewatkan upacara dengan ritual lengkap seperti yang diyakini umat Hindu.

"Kami hanya membakar mayat saat mereka tiba. Seolah-olah kita berada di tengah perang," kata Sharma. (Tribunnews.com/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cari Bantuan Oksigen di Twitter, Pria di India Justru Dituntut Polisi Dianggap Sebarkan Ketakutan

BERITA LAIN TERKAIT COVID-19 DI INDIA

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved