Berita Nagan Raya
Polisi Kirim Airsoft Gun ke Laborforensik, Usut Kasus Penembakan Warga di Nagan Raya
Sepucuk Airsoft Gun diamankan dari tersangka warga sipil dalam kasus penembakan pada 14 April 2021 lalu.
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Pria ini sebelum dirawat di RSUD Teungku Pekan, Abdya dan menjalani operasi mengeluarkan peluru dari perutnya.
Denis saat ini dibawa ke Medan, Sumatera Utara guna pengobatan lebih lanjut.
"Sudah keluar dari rumah sakit," ujar seorang sumber Serambinews.com.
Seperti diberitakan, Polres Nagan Raya telah menetapkan pria AT (27) warga Kecamatan Darul Makmur kabupaten setempat sebagai tersangka dalam kasus penembakan memakai airsoft gun terhadap korban Denis Misanov (37).
Tersangka yang hari-hari swasta itu telah ditahan polisi setempat.
Hal itu dikatakan Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno SIK kepada wartawan di Mapolres, Rabu (21/4/2021).
"Setelah digelar perkara. Satu orang warga sipil telah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan," katanya.
Menurutnya, dalam mengungkap kasus tersebut penyidik telah memintai keterangan 9 saksi dan korban.
Namun dari pemeriksaan terungkap pelaku adalah pria AT, meski saat peristiwa itu di lokasi berada seorang anggota TNI dari Kodim 0116 Nagan Raya.
"Tersangka AT dari keterangan kepada penyidik mengaku dialah yang menembak," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Denis Misanov (37), seorang petani sawit asal Gampong Simpang Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, ditembak seseorang memakai Airsoft Gun di kebunnya.
"Saya ditembak di bagian pantat tembus hingga ke perut menggunakan senjata Airsoft Gun," ujar Devis Misanov kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).
Ia menyebutkan, kejadian itu berawal saat korban sedang panen buah kelapa sawit.
Tiba-tiba pelaku berteriak ke arah korban hingga terjadi cekcok.
"Kejadiannya sekitar sore hari, setelah adu mulut, tiba-tiba dia tembak saya, dan saya pun lari ke semak-semak, hingga pingsan," ungkapnya.
Setelah sadar, katanya, ia masuk sungai dengan merangkak sampai ke rumah temannya di belakang SD Gampong Pulo Tengah.
"Setelah merasa aman, saya meminta teman untuk menghubungi adik saya untuk membawa saya ke klinik. Dari klinik, dokter menganjurkan saya dirujuk ke rumah sakit," sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-penembakan-di-nagar-berobat-ke-medan.jpg)