Breaking News:

Pegawai Kimia Farma Bandara Kualanamu Cuci Stik Antigen Bekas, Hasil Swab Diketik Non-reaktif

Polisi baru-baru ini berhasil mengungkap pelaku pengguna alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Mereka adalah tersangka PC yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya. 

SERAMBINEWS.COM - Polisi baru-baru ini berhasil mengungkap pelaku pengguna alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan

Setidaknya ada liam orang yang diamankan oleh polisi terkait penggunaan alat rapid antigen bekas itu.

Kelima orang tersebut merupakan oknum pegawai Kima Farma.

Mereka adalah manajer Kimia Farma di Jalan RA Kartini, Medan PC, dan empat pegawai Kimia Farma yakni SP, DP, BM, dan RN.

Setelah diselidiki, terungkap jika mereka menggunakan stik bekas pakai untuk rapid test (swab) antigen calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu.

Mereka mencuri stik bekas itu menggunakan alkohol 75 persen di Kantor PT Kimia Farma Jalan RA Kartini, Medan.

Selanjutnya stik daur ulang dikirm ke Kimia Farma Bandara Kualanamu untuk digunakan kembali kepada calon penumpang pesawat.

Seperti diwartakan Kompas.com, tersangka SP dan DP, pegawai Kimia Farma Bandara Kualanamu, mengaku mereka bertugas untuk membawa alat antigen yang sudah digunakan untuk dicuci atau didaur ulang di kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini.

Setelah itu dibawa kembali ke Bandara Kualanamu.

"Itu yang kita bersihkan dengan alkohol 75 persen dan dilap pada brushnya. Tidak rusak," ujar SP.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved