Breaking News:

Berita Luar Negeri

Penggali Kubur di India tak Bisa Berpuasa, Saking Banyaknya Mayat Hingga Bekerja 24 Jam

Dua atau tiga bulan setelah krisis COVID-19, Penggali Kubur Mumbai,India Sayyed Munir Kamruddin berhenti memakai alat pelindung diri dan sarung tangan

Editor: Muhammad Hadi
AFP/Sajjad HUSSAIN
Kerabat, teman, dan pekerja pemakaman bersiap menurunkan jenazah korban virus Corona untuk dimakamkan di kuburan umum Muslim di New Delhi, India, Rabu (28/4/2021). 

"Ini satu-satunya tugas kami. Mengambil jenazah, mengeluarkannya dari ambulans, dan kemudian menguburkannya," katanya, seraya menambahkan bahwa dia belum pernah libur dalam setahun.

Meskipun saat ini di tengah bulan puasa umat Islam di bulan Ramadan, Kamruddin mengatakan kepada Reuters bahwa dia mencoba pekerjaan dan cuaca yang panas membuatnya tidak bisa berpuasa.

"Pekerjaan saya sangat keras," katanya.

"Saya merasa haus akan air. Saya perlu menggali kuburan, menutupinya dengan lumpur, perlu membawa mayat. Dengan semua pekerjaan ini, bagaimana saya bisa berpuasa?"

Baca juga: Cegah Covid-19, Menko Airlangga : Indonesia Hentikan Sementara Pemberian Visa WNA dari India

Namun keyakinan Kamruddin membuatnya terus bertahan, dan dia tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah dalam waktu dekat.

“Kepercayaan kami pada masjid kami sangat kuat,” katanya.

“Pemerintah tidak akan memberi kami apapun. Kami bahkan tidak menginginkan apa pun dari pemerintah," terangnya.(*)

Baca juga: Update Harga Emas - Turun Rp 9.000, Berikut Rincian Harga Emas Per Gram Jumat 30 April 2021

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Penggali kubur di Mumbai bekerja shift 24 jam dan belum pernah libur dalam setahun

Berita lainnya tentang Luar Negeri

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved