Breaking News:

Berita Luar Negeri

Penggali Kubur di India tak Bisa Berpuasa, Saking Banyaknya Mayat Hingga Bekerja 24 Jam

Dua atau tiga bulan setelah krisis COVID-19, Penggali Kubur Mumbai,India Sayyed Munir Kamruddin berhenti memakai alat pelindung diri dan sarung tangan

AFP/Sajjad HUSSAIN
Kerabat, teman, dan pekerja pemakaman bersiap menurunkan jenazah korban virus Corona untuk dimakamkan di kuburan umum Muslim di New Delhi, India, Rabu (28/4/2021). 

Penggali Kubur di India tak Bisa Berpuasa, Saking Banyaknya Mayat Hingga Bekerja 24 Jam

SERAMBINEWS.COM - India kewalahan menghadapi gelombang Covid-19. 

Bukan hanya kewalahan mengurus pembakaran mayat korban covid-19 bagi.

Bahkan untuk mayat yang dikuburkan juga para penggali kubur harus bekerja 24 jam. 

Dua atau tiga bulan setelah krisis COVID-19, Penggali Kubur Mumbai, India, Sayyed Munir Kamruddin berhenti memakai alat pelindung diri dan sarung tangan.

Baca juga: India Kerahkan Tentara Bantu Rumah Sakit, Kewalahan Tangani Lonjakan Covid-19

"Saya tidak takut COVID, saya bekerja dengan keberanian. Ini semua tentang keberanian, bukan tentang ketakutan," kata pria berusia 52 tahun itu, yang telah menggali kuburan di kota selama 25 tahun.

India berada di tengah gelombang kedua infeksi virus corona yang telah melihat setidaknya 300.000 orang dinyatakan positif setiap hari selama seminggu terakhir, dan total kasusnya meningkat melewati 18 juta.

Sistem kesehatan dan krematorium kewalahan.

Di Delhi, ambulans telah membawa jenazah korban COVID-19 ke krematorium darurat di taman dan tempat parkir, di mana jenazah dibakar di barisan kayu bakar.

Baca juga: India Kehabisan Tempat Bakar Jenazah, Saking Banyaknya Korban Tewas Akibat Covid-19

Kamruddin mengatakan dia dan rekan-rekannya bekerja sepanjang waktu untuk mengubur korban COVID-19.

Halaman
12
Editor: Muhammad Hadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved