Sempat Bikin Heboh Depok, Mengapa Masyarakat Masih Percaya pada Isu Babi Ngepet?
Adam Ibrahim lalu merekayasa kejadian warga yang kehilangan uang di kampungnya karena ada babi ngepet.
"Sawangan memang daerah yang bisa dibilang masih tradisional, jadi pola spiritualitasnya mix up antara sedikit klenik dan Islam yang sangat kuat."
"Sementara banyak pendatang baru datang ke daerah Sawangan."
"Jadi karakter masyarakatnya mendukung untuk urban legend itu dihidupkan," terang Rissalwan.
"Kemudian oknum tersebut melihat peluang bahwa urban legend ini bisa dihidupkan," sambungnya.
Pengakuan Penyebar Hoaks Babi Ngepet
Pelaku penyebar isu kemunculan babi ngepet di Depok telah meminta maaf atas kehebohan yang ditimbulkan.
Adam Ibrahim mengakui telah merekayasa seluruh rangkaian hoaks babi ngepet tersebut.
“Saya mau memohon maaf yang sebesar-besarnya kejadian viral pada hari Selasa yaitu babi ngepet."
"Itu adalah berita hoaks atau berita bohong yang kami rekayasa,” ujarnya, dikutip dari TribunJakarta.com, Kamis.
Ia mengungkapkan, dasar dirinya merekayasa cerita ini adalah untuk menyelesaikan persoalan hilangnya uang warga secara misterius.
“Sebab laporan (uang) yang hilang, sehingga timbul lah di hati dan pikiran saya agar hal tersebut cepat selesai permasalahan yang ada di tempat kami,” ungkap dia.
Namun, ia juga memiliki niat lain di balik menyelesaikan persoalan uang warga yang hilang dengan merekayasa hoaks babi ngepet tersebut, yaitu ingin terkenal.
Adam Ibrahim kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Warga di Kelurahan Bedahan merasa terzalimi dan tertipu oleh aksi Adam itu.
Diketahui, isu kemunculan babi ngepet di Depok membuat heboh masyarakat pada Selasa (27/4/2021) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penemuan-babi-ngepet-yang-hebohkan-tanah-air-ternyata-hoaks.jpg)