Breaking News:

Berita Pidie

Box Culvert Proyek Kotaku di Sigli Ganggu Pedagang Buah, Omzet Hampir Rp 3 Juta Hilang

Pedagang buah yang berjualan di terminal lama pusat perbelanjaan Kota Sigli, Pidie, Sabtu (1/5/2021), mengeluh box culvert atau gorong-gorong kotak...

For Serambinews.com
Box cuvert menumpuk di depan pedagang buah di terminal lama pusat perbelanjaan Kota Sigli, Sabtu (1/5/2021). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pedagang buah yang berjualan di terminal lama pusat perbelanjaan Kota Sigli, Pidie, Sabtu (1/5/2021), mengeluh box culvert atau gorong-gorong kotak.

Bok culvert itu diletakkan di depan pedagang buah untuk dipasang pada drainase proyek kotaku.

Namun, keberadaan box culvert itu hampir satu minggu diletakkan rekanan proyek di depan pedagang buah.

Teuku Musliadi seorang pedagang buah kepada Serambinews.com, Sabtu (1/5/2021) menjelaskan, peletakkan box culvert di depan pedagang buah sangat merugikan pedagang. 

Sebab, aktivitas menjual buah dihentikan selama dua pekan. Pedagang yang berjualan menyebabkan buah membusuk akibat tak bisa berjualan. 

Sehingga selama dua pekan itu menyebabkan omzet Rp 3 juta.

"Pedagang buah merugi dengan box culvert milik proyek kotaku yang diletak di depan pedagang buah berjualan," jelasnya.

Kata T Musliadi, seharusnya rekanan proyek tidak perlu meletak box culvert lebih awal di depan pedagang buah.

Sementara pemasangan box culvert di drainase belum dikerjakan. 

"Saya minta penanggung jawab proyek kotaku, agar memindahkan tumpukan box culvert yang sangat mengganggu pedagang buah," jelasnya.

Ia menambahkan, pedagang buah mencari rezeki dari hasil jual buah itu untuk menutupi kebutuhan dapur. Untuk itu, pihak yang bertanggungjawab pada proyek kotaku, harus memperhatikan pedagang buah.

Secara terpisah Tecnical Manajemen Consultant (TMC) Pedestrian Kotaku Sigli, Subki, kepada Serambinews.com, Sabtu (1/5/2021) menyebutkan, dirinya akan meminta rekanan proyek untuk memindahkan box culvert.

"Saya telah turun melihat box culvert dan segera menyuruhkan rekanan untuk memindahkanya," jelas Subki.(*)

Baca juga: Mayat Pria Berlumuran Darah Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Selidiki Motif Dua Pelaku Habisi Yusran

Baca juga: Gajah Obrak-abrik Pondok dan Kebun Petani Leuser

Baca juga: Bobol 5 Toko, Pencuri Gali Lubang Bawah Tanah, Pemilik Kaget Saat Buka Toko, Ini Kronologinya

Baca juga: Hari Buruh 1 Mei, Semula Dilarang Kini Ditetapkan jadi Libur Nasional

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved