Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Dipolisikan Dokter Spesialis, Direktur RSUD Datu Beru Takengon Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan

"Tidak dilakukan penahanan karena yang bersangkutan koooeratif dan bersedia hadir bila diperlukan oleh penyidik," ujarnya.

SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Datu Beru Takengon, Aceh Tengah, berinisial HY ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan membuat keterangan palsu akta otentik pemutasian jabatan terhadap seorang dokter spesialis di rumah sakit tersebut.

Kabar penetapan HY sebagai tersangka disampaikan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy belum lama ini.

"Iya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 266 KUHP. Ditetapkan sebagai tersangka pada 26 April dan sudah diperiksa sebagai tersangka pada 27 April," kata Winardy.

Meski sudah menjadi tersangka, terang Kabid Humas Polda Aceg, HY tidak ditahan.

"Tidak dilakukan penahanan karena yang bersangkutan koooeratif dan bersedia hadir bila diperlukan oleh penyidik," ujarnya.

Baca juga: Putrinya Sah Jadi Istri Atta Halilintar, Anang Hermansyah Curhat Rindukan Ini dari Aurel Hermansyah

Baca juga: Hari Ini Bertambah 17 Warga Lhokseumawe Lagi yang Terpapar Covid-19

Baca juga: Ramadhan tak Bikin Pengedar Narkoba Insaf, Delapan Pelaku Ditangkap Selama Bulan Puasa di Aceh Utara

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (5/1/2021) lalu, HY Direktur RSUD Datu Beru dilaporkan oleh seorang dokter spesialis di RS itu bernama dr M Yusuf Sp.OG karena tak terima dimutasi pada tahun 2018 silam.

Dalam laporan bernomor STTLP/06/I/YAN.2.5/2021/SPKT, dr M Yusuf  melaporkan HY lantaran telah memutasinya ke puskesmas beberapa waktu lalu karena dr M Yusuf dianggap telah melanggar kode etik.

Kuasa hukum dr M Yusuf Sp.OG, Dedi Suheri SH saat itu menyebutkan, kliennya melaporkan Direktur RSU Datu Beru karena mutasi terhadap M Yusuf dinilai melanggar hukum dan tidak memenuhi prosedur yang berlaku di dunia medis.

Menurut kuasa hukum, klien mereka mempolisikan direktur karena memutasi dr Yusuf pada 2018 silam, dari RSU Datu Beru ke puskesmas dengan alasan melanggar kode etik.

Menurut kuasa hokum dokter spesialis tersebut, alasan itu tidak tepat.

Baca juga: Gubernur Serahkan Bantuan Beasiswa Pendidikan untuk Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Baca juga: Nasib Buruk Bu Guru PNS yang Jadi Pelakor, Kini Tak Berkutik Dilapor Istri Sah

Baca juga: Terungkap Fakta Penangkapan Perwira Polisi Pesta Narkoba di Hotel, Ajak 3 Anak Buah dan 3 Warga

"Klien kami membuat laporan ke Polda Aceh atas dugaan pelanggaran tindak pidana 266 KUHPidana, yang dilakukan Direktur RSU Datu Beru dengan surat yang dikirimnya ke Bupati Aceh tengah,” urainya. 

“Di mana dalam surat tersebut seolah-olah klien kami telah melakukan pelanggaran etik kedokteran, dan atas hal itu klien kami dipindahkan dari RSU Datu Beru ke puskesmas," tukas kuasa hukum, Dedi Suheri kepada Serambinews.com, Rabu (6/1/2021) lalu.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved