Breaking News:

Pojok KB Bukopin

KB Bukopin Konsisten Lanjutkan Transformasi

Dari sisi profitabilitas, Perseroan melanjutkan komitmen mitigasi risiko kredit sehingga pembentukan CKPN ditingkatkan hingga mencapai Rp 4,7 t...

Editor: Hari Teguh Patria
For Serambinews.com
Kiri ke kanan: Chief Strategic Officer KB Bukopin Ji Kyu Jang, Dirut KB Bukopin Rivan A Purwantono, Chief Risk Officer KB Bukopin Jong Hwan Han, dan Chief Financial Officer KB Bukopin Seng Hyup Shin, pada acara Buka Puasa KB Bukopin dengan para Pemred Media Massa Jakarta di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (30/4/2021) malam. 

JAKARTA, SERAMBINEWS.COM - KB Bukopin merekonstruksi bisnis setelah mengalami perubahan pengendalian dan sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Setelah resmi menyandang nama baru pasca pengumuman publik pada 23 Februari 2021, KB Bukopin terus melakukan pembenahan dan inovasi guna mencapai target besar di 2025. 

Tentu saja hal ini didukung penuh oleh Pemegang Saham Pengendali, KB Kookmin Bank dan ultimate shareholder KB Financial Group.

Baca juga: Bukopin Mulai Beroperasi Secara Syariah di Aceh

Presiden Direktur KB Bukopin, Rivan Purwantono, Jumat (30/4/2021) mengatakan, KB Bukopin sedang melakukan penyesuaian strategi pasca KB Kookmin Bank resmi menjadi PSP dengan kepemilikan mayoritas 67% pada September 2020. 

"Perbaikan kita lakukan di seluruh lini, seluruh manajemen dan karyawan terlibat dan memegang peranan penting dalam transformasi ini, belum lagi kita juga didampingi tim KB Kookmin Bank yang membantu penerapan standar grup KB, sehingga ke depannya kita menjadi jauh lebih kuat,” ujar Rivan.

Baca juga: KB Bukopin Siap Menjadi Bintang Finansial Indonesia

Transformasi Perseroan tentunya membutuhkan waktu dan belum sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan audit Desember 2020 dan interim Maret 2021 yang dirilis hari Jumat kemarin.

Rivan menjelaskan, bahwa penurunan aset dan koreksi pada kinerja, selain dampak dari pandemi juga disebabkan krisis “infodemi” atau banyaknya hoax dan pemberitaan negatif yang terjadi mulai Maret 2020, hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia. 

”Ini adalah titik terendah bagi kami, begitu banyak hantaman yang kami hadapi, tapi dengan kokoh bersama mengatasi berbagai tantangan dan memulihkan kepercayaan masyarakat, kami akan kembali bangkit lebih kuat. Memasuki tahun 2021 kondisi ini sudah membaik, dan transformasi yang dilakukan sudah on track dan sesuai dengan business plan yang telah dirancang hingga 2025.” tambahnya.

Baca juga: Fitch Rating Indonesia Kembali Naikkan Peringkat Bank Bukopin

Terkait kinerja keuangan, Rivan menjelaskan, pelambatan bisnis di KB Bukopin pun tidak bisa dihindari karena terdampak pandemi Covid-19. Restrukturisasi kredit tercatat mencapai Rp 24 triliun, sekitar 30% dari total kredit yang disalurkan bank. 

Dalam kondisi penuh kehati-hatian tersebut, Perseroan memilih fokus pada perbaikan aset eksisting dan sangat selektif dalam penyaluran kredit, Kondisi tersebut menurut Rivan, berdampak pada total asset yang secara year on year terjadi penurunan sekitar 19%. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved