Internasional
Bantuan Asing Terus Mengalir ke India, Membantu Mengatasi Kekurangan Oksigen
Bantuan dari negara asing terus mengalir ke India, khususnya oksigen yang sangat dibutuhkan para Pasien Virus Corona.
Negara bagian Odisha di India timur menjadi wilayah terbaru yang memerintahkan penguncian untuk memperlambat penyebaran patogen.
Kota yang paling terpukul di negara itu, Delhi, melaporkan lebih dari 25.000 kasus pada Sabtu (1/5/2021), karena memperpanjang pengunciannya sendiri seminggu lagi.
Rumah sakit di ibu kota terus mengeluarkan seruan SOS untuk oksigen di media sosial.
Dengan seruan terbaru diposting oleh rumah sakit anak-anak di Twitter pada hari Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Positif Covid-19 di Indonesia Naik, Kemenkes Waspadai Kasus seperti di India
Permohonan itu datang sehari setelah belasan pasien meninggal di rumah sakit Delhi di tengah kekurangan oksigen, media lokal melaporkan.
Ada juga kekhawatiran yang meningkat tentang lonjakan virus di kota-kota kecil, kota kecil, dan daerah pedesaan di mana infrastruktur kesehatan sudah tambal sulam dan terbatas.
India pada Sabtu (1/5/2021) membuka dorongan inokulasi untuk semua orang dewasa.
Tetapi persediaan menipis dan hanya pendaftaran online yang diizinkan untuk mereka yang berusia di bawah 45 tahun.
“Ini adalah kebutuhan sekarang dan kami melihat begitu banyak orang dinyatakan positif, ”kata ilmuwan data Megha Srivastava (35) kepada AFP di luar pusat vaksinasi Delhi saat menunggu disuntik.
Kepala pembuat vaksin terbesar di dunia, kepala Serum Institute Adar Poonawalla, mengatakan selama perjalanan bisnis ke Inggris dia diburu oleh para pemimpin politik dan bisnis untuk mendapatkan lebih banyak pasokan.
"'Ancaman' adalah pernyataan yang meremehkan," katanya.
“Tingkat ekspektasi dan agresi benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.
"Ini luar biasa, karena semua orang merasa mereka harus mendapatkan vaksin," tambahnya.
Para ahli telah meminta pemerintah untuk memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam peluncuran vaksin India, terutama di daerah pedesaan yang lebih miskin di mana penetrasi Internet lebih rendah.
"Kami harus mendapatkan vaksin yang cukup, kemudian merencanakan dari bawah ke atas ," kata ahli kesehatan masyarakat yang berbasis di Bangalore, Hemant Shewade, kepada AFP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-oksigen-tiba-di-india.jpg)