Sepakbola Dunia
Terungkap! Sebelum Meninggal Dunia, Maradona Sekarat Selama 12 Jam
Jaksa Argentina melakukan penyelidikan tak lama setelah kematian Maradona pada usia 60 tahun akibat gagal jantung disebuah rumah dekat Buenos Aires.
"Terakhir kali, Gianinna mengunjungi Maradona, dia melihat Maradona sangat bengkak. Dalam beberapa minggu sebelum kematiannya, Maradona menunjukkan kemunduran fisik dan kognitif," kata Rodolfo Baque, pengacara untuk salah satu dari dua perawat yang sedang diselidiki.
Baca juga: Komunitas Aceh Jaya Meurepe Kumpulkan Rp 60 Juta Untuk Santunan Anak Yatim
Baca juga: Iran Gerakkan Kemerdekaan Skotlandia Melalui Dunia Maya
Baca juga: Kebanjiran Job di Bulan Ramadhan, Raffi Ahmad Pulang Cuma 2 Hari, Nagita Slavina & Rafathar Kesepian
Baca juga: Kasus Gadis Dirudapaksa Hingga Pendarahan, Ayah Korban Tahu Setelah Dengar Suara Rintihan Kesakitan
Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih gelar kedua Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Gelandang serang yang menghabiskan dua tahun bersama raksasa Spanyol, Barcelona, itu juga dicintai di Napoli.
Di mana saat itu, dia membantu Napoli memenangkan satu-satunya gelar Serie A Italia dalam sejarah klub.
Jasad Maradona Diawetkan dan Dipamer Depan Umum
Hari Rabu (25/11/2020) lalu, legenda sepak bola dunia Diego Maradona meninggal dunia karena penyakit jantung.
Belakangan terungkap bahwa Maradona punya keinginan unik mengenai cara pemakaman dirinya.
Salah satu permintaan terakhir Maradona ini diungkap oleh Martin Arevalo, jurnalis yang dekat dengan mantan kapten timnas Argentina tersebut.
Arevalo mengatakan, bahwa Maradona ingin ketika meninggal nanti, jasadnya diawetkan dan dipamerkan di depan umum.
"Saat muncul ide untuk membuat patung dirinya, dia berkata: 'Tidak, saya ingin mereka membalsem (mengawetkan) saya'," ungkap Arevalo kepada TyC sports, seperti dikutip Reuters.
Arevalo yang memang dikenal dekat dengan Maradona mengonfirmasi keinginan pesepakbola tersebut.
Menambahkan bahwa Maradona ingin tetap bersama orang-orang selamanya.
Pembalseman tokoh Argentina juga pernah terjadi.
Saat ini jasad Presiden Juan Peron dan istrinya Eva Peron juga masih terawetkan.
Bukan hanya Arevalo, orang lain yang juga mengetahui ide Maradona tersebut adalah pengacaranya sendiri, Matias Morla.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penggemar-maradona-turun-ke-jalan.jpg)