Internasional
Keputusan Arab Saudi Izinkan Warga ke Luar Negeri Disambut Baik, Walau harus Divaksin Covid-19
Warga Arab Saudi menyambut baik pengumuman Kementerian Dalam Negeri yang mengizinkan orang yang divaksinasi dan pulih dari penyakit virus bepergian
Namun, persyaratan vaksinasi akan membuat banyak orang terburu-buru untuk mendapatkan suntikan, tambahnya.
"Saya percaya seseorang tidak boleh bepergian ke luar negeri kecuali untuk keperluan bisnis yang mendesak atau karena alasan keluarga, terutama ke negara-negara yang menderita pandemi parah," jelasnya.
Al-Obaidy mengatakan ini akan berdampak positif pada ekonomi Saudi serta ekonomi regional dan internasional, karena turis dan pelancong Saudi "dikenal dengan pengeluaran besar.
Sehingga, akan membantu negara-negara tujuan.
Baca juga: Arab Saudi Telah Memberi Suntikan Vaksin Covid-19 Untuk 25 Persen Penduduk
"Pencabutan larangan adalah langkah yang disambut baik dan akan membantu industri pariwisata dan agen perjalanan di seluruh Kerajaan," katanya..
Apalagi, maskapai penerbangan yang beroperasi ke dan dari Kerajaan menderita kerugian besar karena larangan perjalanan.
"Ini juga akan meningkatkan keuntungan biro perjalanan dan perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi perjalanan yang disetujui oleh SAMA," ujarnya.
Menurut profesor tersebut, biro perjalanan sudah mengalami peningkatan besar dalam permintaan tiket pesawat dan reservasi hotel di tujuan yang disukai oleh pelancong Saudi.
Agen Saudi juga memberikan penawaran berbeda untuk perjalanan internasional dan akomodasi di banyak tujuan asing.
Keputusan tersebut membuktikan bahwa pemerintah mempercayai rakyatnya, yang pada saat yang sama harus memenuhi semua persyaratan.
Dia menambahkan bahwa permintaan perjalanan ke luar negeri diperkirakan akan melonjak, terutama dengan liburan musim panas yang semakin dekat.
Analis keuangan Talat Zaki Hafiz mengatakan kepada Arab News:
"Terlepas dari kenyataan bahwa pemerintah mencabut larangan perjalanan, saya yakin seseorang tidak boleh bepergian ke luar negeri kecuali untuk keperluan bisnis yang mendesak."
"Atau untuk alasan keluarga, terutama ke negara-negara yang menderita pandemi parah."
Perjalanan yang tidak perlu ke negara-negara yang terkena dampak parah dapat membuat para pelancong terpapar infeksi dan berarti mereka tidak dapat menerima perawatan medis yang memadai, tambah Hafiz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelancong-arab-saudi-di-bandara-riyadh.jpg)