Internasional
Lebanon dan Israel Lanjutkan Negoisasi Perbatasan Maritim, Dimediasi AS
Lebanon dan Israel melanjutkan negosiasi yang dimediasi AS atas sengketa perbatasan laut mereka pada Selasa (4/5/2021).
SERAMBINEWS.COM, NAQURA - Lebanon dan Israel melanjutkan negosiasi yang dimediasi AS atas sengketa perbatasan laut mereka pada Selasa (4/5/2021).
Setelah jeda selama berbulan-bulan dalam upaya membuka jalan bagi eksplorasi minyak dan gas lepas pantai.
Pembicaraan antara negara-negara yang secara teknis masih berperang, dimulai di pangkalan PBB di kota Naqura di Lebanon selatan, kata Kantor Berita Nasional.
Washington mengatakan akan ditengahi oleh diplomat AS John Desrocher.
Baca juga: Lebanon Lockdown Tiga Hari, Bertepatan Perayaan Paskah Ortodoks
Bahkan, menyebut dimulainya kembali pembicaraan sebagai langkah positif menuju resolusi yang telah lama ditunggu."
Lebanon dan Israel tahun lalu mengambil bagian dalam pembicaraan tidak langsung yang ditengahi AS untuk membahas demarkasi.
Namun pembicaraan itu terhenti setelah Lebanon menuntut wilayah yang lebih luas, termasuk bagian dari ladang gas Karish, di mana Israel telah memberikan hak eksplorasi kepada sebuah perusahaan Yunani.
Pembicaraan tahun lalu seharusnya membahas permintaan Lebanon atas wilayah seluas 860 kilometer persegi (330 mil persegi) di wilayah maritim yang disengketakan.
Menurut peta yang dikirim ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2011.
Tetapi Lebanon kemudian mengatakan peta itu didasarkan pada kesalahan. menghitung dan menuntut lebih banyak wilayah 1.430 kilometer persegi (552 mil persegi) lebih jauh ke selatan, termasuk sebagian dari Karish.
"Pembahasan akan dimulai dari bagian yang kami tinggalkan," kata seorang sumber di kepresidenan Lebanon kepada AFP, Selasa (4/5/2021).
Baca juga: Larangan Impor Oleh Arab Saudi Jadi Bencana Bagi Lebanon, Penyelundup Akan Dihukum Berat
Dia mengatakan baik Israel dan Lebanon menuntut garis demarkasi yang berbeda.
“Kami tidak menerima garis yang mereka usulkan, dan mereka tidak menerima garis kami, jadi kami akan melihat apa yang disarankan mediator," katanya.
Bulan lalu, Presiden Michel Aoun Kamis menuntut Israel menghentikan semua eksplorasi di Karish sampai perselisihan itu diselesaikan.
Pada Februari 2018, Lebanon menandatangani kontrak pertamanya untuk pengeboran lepas pantai minyak dan gas di blok 4 dan 9, dengan konsorsium yang terdiri dari raksasa energi Total, ENI dan Novatek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-lebanon-patroli-di-laut.jpg)