Jumat, 5 Juni 2026

Foto Close-Up Hajar Aswad Beresolusi Tinggi Dirilis, Ini Sejarah Singkat Tentang Batu Suci Kakbah

Hajar Aswad merupakan batu suci yang terletak di bagian luar sisi Kakbah, tepatnya di sudut tenggara Kakbah.

Tayang:
Editor: Amirullah
Instagram @reasahalharmain
Foto close-up beresolusi tinggi pertama hajar aswad. Dalam artikel mengulas tentang foto Hajar Aswad beresolusi tinggi yang baru saja dirilis oleh pemerintah Arab Saudi Beresolusi Tinggi. 

SERAMBINEWS.COM - Foto Clouse-up Hajar Aswad  dengan resolusi tinggi akhirnya dirilis.

Kita dapat melihat setiap detail dari batu suci Kakbah tersebut secara real.

Hajar Aswad merupakan batu suci yang terletak di bagian luar sisi Kakbah, tepatnya di sudut tenggara Kakbah.

Biasanya, orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah berlomba-lomba untuk bisa mencium dan memegang batu tersebut.

Pada 5 Mei 2021, Presiden Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi resmi merilis foto atau penampakan Hajar Aswad secara lebih dekat (close-up).

Dokumentasi foto tersebut diunggah pada akun Twitter resmi @ReasahAlharmain.

Dijelaskan bahwa pengambilan gambar dari Hajar Aswad dilakukan dengan jangka waktu 7 jam.

Pemotretan diambil dengan 1050 gambar teknologi Fox Stack Panorama, beresolusi 49.000 megapiksel.

Proses pengerjaannya memakan waktu hingga 50 jam kerja.

Fox Stack Panorama ini mengambil gambar dengan berbagai fokus dan titik sudut pengambilan gambar yang bereda-beda.

Baca juga: 7 Dampak Dirasakan Jika Tiap Hari Konsumsi Telur, Termasuk Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Baca juga: Malaysia Izinkan Shalat Id dan Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri, Pembatasan Tetap Berlaku

Proses Pengambilan Foto Hajar Aswad

Presidensi Umum bekerja sama dengan agen teknik Dua Masjid Suci untuk mengambil 1.050 foto Hajar Aswad.

Masing-masing foto berukuran 160 gigabyte.

Menurut pihak berwenang, batu dibidik selama tujuh jam.

Adapun teknik foto yang digunakan disebut penumpukan fokus.

Menurut Digital Photography School, teknik foto itu menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda untuk menjaga ketajaman produk akhir.

"Ini penting karena dalam arti ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Afifi al-Akiti, seorang rekan dalam studi Islam di Universitas Oxford, yang tidak terlibat dalam proyek tersebut kepada CNN, dikutip dari Kontan.co.id.

"Seseorang melihat bahwa itu sebenarnya bukan hitam, misalnya ..."

"Seperti yang saya pahami, ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat batu itu dari dekat dan secara pribadi."

"Dalam tradisi Muslim, ini dianggap sebagai peninggalan suci," tambahnya.

Selanjutnya, penumpukan foto adalah proses menggabungkan ratusan gambar yang diambil dari berbagai bagian subjek pada panjang fokus berbeda.

Dimaksudkan untuk membuat satu bidikan dalam resolusi tinggi.

Setelah 7 jam pemotretan, tim membutuhkan waktu 50 jam lagi untuk menggabungkan 1.050 foto.

Sehingga menghasilkan gambar dengan resolusi 49.000 megapiksel.

Sementara itu, mengutip National News, batu hitam atau Hajar Aswad ditempatkan oleh Nabi Muhammad di Kabah pada tahun 605 M.

Hajar Aswad terdiri dari delapan buah batu kecil yang ditempelkan pada sebuah batu besar dibungkus dengan bingkai perak.

Hajar Aswad pun menandai titik dimulainya keliling dan berakhirnya tawaf.

Tawaf merupakan ritual di mana para peziarah mengelilingi Ka'bah tujuh kali berlawanan arah jarum jam untuk menyelesaikan haji atau umrah.

Baca juga: Anggota DPRD di NTT Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap IRT, Ini Kronologinya

Baca juga: Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Mengapa Allah SWT Merahasiakan Kedatangannya, Ini Ulasannya

Penampakan Hajar Aswad:

()

Penampakan Hajar Aswad

()

Penampakan Hajar Aswad Detail

Hajar Aswad merupakan titik awal dan akhir dari Tawaaf (Sirkumambulasi), yang berbentuk oval.

Hajar Aswad memiliki warna hitam kemerahan, dengan diameter 30 cm.

Batu Hajar Aswad ditemukan di sudut tenggara Kakbah, dan berbentuk mirip dengan mangkuk minum.

Hajar Aswad dikelilingi oleh bingkai perak murni di bagian sekitar batu.

Menurut riwayat Said bin Jubair ra, dari Ibnu Abbas dari Ubay bin Ka’ab ra, Hajar Aswad diturunkan oleh malaikat dari langit ke dunia.

Ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Makkah, Abu Al-Walid Muhammad bin Abdul bin Ahmad Al-Azraki (224H/837M) juga mengatakan hal yang sama.

Dikutip dari islamiclandmarks.com, pada zaman dahulu ketika orang Quraisy menghancurkan Kakbah Suci untuk dibangun kembali, timbul perselisihan ketika bangunan tersebut mencapai tingkat Hajar Aswad.

Mereka memiliki perbedaan pendapat tentang siapa yang berhak mengembalikan Hajar Aswad ke tempat asalnya.

Banu Abdu'd-Dar membawa semangkuk penuh darah dan semua suku memasukkan tangan mereka ke dalamnya, yang berarti mereka telah memutuskan untuk bertarung satu sama lain.

Tetapi Abu Umayya Ibn al-Mugheera, sesepuh mereka, meminta orang Quraisy untuk menyetujui penilaian orang pertama yang datang melalui Gerbang Bani Shaybah dan mereka semua menyetujui saran ini.

Dan orang pertama yang datang melalui gerbang ini adalah Nabi Muhammad SAW.

Kemudian Dia meletakkan Hajar Aswad di tengah selembar kain, dan meminta perwakilan dari masing-masing suku untuk memegang salah satu ujung kain dan mengangkatnya ke tempatnya.

Kemudian Nabi mengambilnya dengan tangan bangsawannya sendiri dan mengembalikannya ke tempat asalnya.

Hal tersebut menjadi cara Nabi dalam mencegah pecahnya perang di antara kaum Quraisy pada saat itu.

Orang-orang berlomba-lomba untuk dapat mencium dan memgang batu hajar Aswad karena dianggap sebagai batu suci dari surga.

Hal tersebut sesuai dengan hadist riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, yang mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:

“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Ketika ingin mencium Hajar Aswad, seseorang tidak boleh mendorong atau menyakiti siapa pun, karena saat mencium Hajar al-Aswad adalah sunnah.

Apabila daerah sekitar Hajar Aswad ramai, umat muslim cukup menunjuk ke arah Hajar al-Aswad dengan satu tangan atau tongkat, sambil membaca Takbir dan kemudian mencium tangan atau tongkat.

Hal tersebut pernah dilakukan oleh Nabi, ketika Ia mencium Hajar Aswad secara langsung, Ia juga menunjuk ke arahnya ketika daerah itu ramai, oleh karena itu jelas bahwa mencium dan menunjuk ke arahnya adalah Sunnah.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penampakan Hajar Aswad Secara Close-Up, Berikut Sejarah Singkat Mengenai Batu Suci Kakbah Tersebut

dan Foto Hajar Aswad Beresolusi Tinggi Dirilis, Berikut Proses Pengambilan Gambarnya

Baca juga: Anggota DPRD di NTT Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap IRT, Ini Kronologinya

Baca juga: Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Mengapa Allah SWT Merahasiakan Kedatangannya, Ini Ulasannya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved