Jumat, 8 Mei 2026

Luar Negeri

Malaysia Izinkan Shalat Id dan Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri, Pembatasan Tetap Berlaku

Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa shalat id dan silaturahmi atau halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan diizinkan dengan pembatasa

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Petronas Twin Towers di Kuala Lumpur, Malaysia. (Goasean.com) 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa shalat id dan silaturahmi atau halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan diizinkan dengan pembatasan sosial dan protokol kesehatan yang berlaku.

Berbicara dalam jumpa pers pada Selasa (4/5/2021), Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan untuk wilayah di bawah Movement Control Order (MCO), halal bihalal hanya akan diperbolehkan pada hari pertama Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 13 Mei.

Jumlah orang pun dibatasi hingga 15 orang pada satu waktu, tergantung pada ukuran rumah.

Sedangkan untuk wilayah di bawah Conditional Movement Control Order (CMCO) dan Recovery Movement Control Order (RMCO), halal bihalal diperbolehkan selama tiga hari pertama, yaitu pada 13 Mei hingga 15 Mei.

Untuk jumlah orang di area CMCO maksimal 20 orang, sementara RMCO 25 orang.

Selanjutnya, untuk wilayah Enhanced Movement Control Order (EMCO), halal bihalal tidak diizinkan sama sekali.

"Ini juga tergantung pada ukuran rumah dan mengharuskan setiap orang menjaga jarak secara sosial kata Ismail Sabri dikutip dari Channel News Asia.

Ismail Sabri menambahkan, tuan rumah halal bihalal harus menyiapkan pemindai suhu dan menggunakan kode QR MySejahtera atau menyediakan buku catatan pengunjung.

Hal itu untuk memastikan keselamatan tuan rumah dan pengunjung, dan memudahkan contact tracing jika ada kasus terkonfirmasi Covid-19 .

"Ini untuk memastikan keselamatan kita sebagai tuan rumah dan kedua, jika ada kasus yang terkonfirmasi (Covid-19), kita bisa melakukan contact tracing pada semua pengunjung," ujarnya.

Sementara itu, untuk salat id, Ismail Sabri mengatakan demikian diperbolehkan di wilayah yang tidak diklasifikasikan di bawah EMCO.

s
Menteri Senior (Keamanan) Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob (Tangkap Layar Radio Televisyen Malaysia)

Badan agama negara bagian masing-masing akan menentukan jumlah maksimum jamaah dan protokol kesehatan lainnya yang diperlukan.

Mengenai kunjungan kuburan atau ziarah, pemerintah memperbolehkan untuk wilayah di bawah CMCO dan RMCO.

Namun dengan batasan enam pengunjung untuk setiap kuburan dan kunjungan tidak boleh lebih dari 30 menit.

Baca juga: Oposisi India Serukan Lockdown Total, Pasien Covid-19 Lewati Rekor Tembus Lebih 20 Juta

Baca juga: Kementerian Kesehatan Bantan Rumor, Warga Tolak Dosis Vaksin Covid-19 Kedua

MCO di Enam Kabupaten di Selangor

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved