Luar Negeri
Jalur Traktornya Terhalangi, Petani Ini Pindahkan Patok Perbatasan 2 Negara, Terancam Pidana
Hal itu diketahui setelah seorang penggemar sejarah lokal menyusuri hutan dan dia melihat batu yang menandai batas antara kedua negara telah bergeser.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, BELGIA – Seorang petani di Belgia secara tak sadar telah membuat dua negara harus melakukan komunikasi politik.
Gara-garanya, ia secara tidak sengaja memindahkan patok perbatasan negara.
Petani itu pun harus berurusan dengan hukum dan terancam hukuman pidana.
Melansir dari BBC News, Rabu (5/5/2021) seorang petani di Belgia itu secara tak sengaja memindahkan patok perbatasan dua negara, karena patok itu menghalangi jalur traktornya.
Dia tidak pernah menyangka jika 'beton kecil' yang menghalangi jalur traktornya adalah sebuah patok perbatasan yang sangat penting bagi kedua negara tetangga.
Benar saja, ketidaksengajaan petani itu membuat dua negara harus melakukan komunikasi politik guna mencari jalan tengah.
Bahkan, petani tersebut terancam hukuman pidana penjara karena ulahnya memindahkan patok perbatasan antardua negara.
Peristiwa itu terjadi di antara perbatasan negara Prancis dan Belgia.
Petani itu diketahui telah memindahkan patok perbatasan sejauh 2,29 meter ke dalam negara Prancis.
Baca juga: Negara Teluk Kutuk Serangan Milisi Houthi Berkelanjutan ke Arab Saudi
Baca juga: Ditolak Australia & Selandia Baru, Benny Wenda Deklarator Papua Barat Mengemis Dukungan Negara Lain
Hal itu diketahui setelah seorang penggemar sejarah lokal menyusuri hutan dan dia melihat batu yang menandai batas antara kedua negara telah bergeser 2,29 meter.
Petani Belgia itu tampaknya kesal dengan batu patok perbatasan karena telah menghalani jalur traktornya.
Oleh karena itu, ia memindahkannya ke dalam wilayah Prancis sejauh 2,29 meter.
Alih-alih menimbulkan keributan internasional, insiden itu disambut dengan senyuman dari dua sisi perbatasan negara.
"Dia membuat Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil, itu bukan ide yang bagus," kata David Lavaux, walikota desa Erquelinnes di Belgia, kepada saluran TV Prancis TF1.
Tindakan semacam itu, katanya, telah menyebabkan sakit kepala di antara pemilik tanah pribadi, dan juga pejabat negara teangga.
Baca juga: ‘Tsunami’ Virus Corona Terus Menyebar, Kini Serangan Covid-19 Menyasar ke Sejumlah Negara di Asean
Baca juga: Utusan AS untuk Iran Bahas Keamanan Regional dengan Negara Teluk, Ancaman Nuklir Iran Makin Tinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-pindahkan-patok-perbatasan-antara-prancis-dan-belgia.jpg)