Sabtu, 9 Mei 2026

Sate Maut

Sate Beracun Berujung Maut, Begini Kata Ahli Berapa Batas Kalium Sianida hingga Picu Kematian

Seberapa bahayanya kalium sianida ini? Adakah ambang batasnya dalam tubuh hingga nyawa si ibu masih tertolong?

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Kolase Tribunjogja.com | Kompas.com | Christi Mahatma | Markus Yuwono
Polisi ungkap kasus sate maut di Bantul di Mapolres Bantul, Senin (03/05/2021) 

Jika sianida masuk ke dalam tubuh dengan jumlah besar, maka akan menyebabkan denyut nadi lambat dan hilang kesadaran.

"Korban juga bisa kejang, kerusakan paru, gagal napas yan akhirnya akan meninggal. Dosis letalnya 1,5mg/kg berat badan," kata dr Lipur.

Ia menambahkan, dosis letal merupakan dosis yang sudah di ambang batas atas tubuh orang yang mengonsumsi.

Hitungannya, jika si anak memiliki berat badan 30 kg, maka dosis letalnya sekitar 45 gram.

"Si ibu yang juga menyantap sate, kemungkinan dia makan dengan porsi sedikit sehingga, ibu selamat," tambah dr Lipur.

Sebelumnya Bandiman menjelaskan, ia dan istrinya sama-sama mengonsumsi sate beracun seperti yang disantap sang buah hati.

"Pas saya makan itu gak apa-apa. Ternyata racunnya itu ditaruh dibumbunya. Anak saya bilang bumbunya pahit. Dia lalu ke dapur dan sudah muntah-muntah. Istri juga muntah-muntah. Pas tak pastikan anak saya sudah tidak sadarkan diri," jelasnya.

Pertolongan Pertama bila Terkena Racun Sianida

Menurut Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arief Nurrochmad MSi MSc Apt memberikan penjelasan tentang pertolongan pertama bila terpapar racun sianida.

Sianida diyakini sebagai racun jenis C.

Dijelaskan, racun jenis C kebanyakan merujuk pada unsur kimia CN atau sianida.

Adapun tindakan pertolongan pertama jika orang terpapar sianida, bisa dilakukan dengan beberapa cara.

"Jika terjadi kebakaran, jauhi area tersebut agar tidak menghirup udara yang sudah tercemar," kata Arief, dikutip Tribunnews.com dari TribunJogja.com.

Kemudian, segera keluar dari ruangan yang terkontaminasi gas sianida dan cari udara segar.

Jika tidak bisa keluar ruangan saat terjadi kebakaran, tiarap sedekat mungkin dengan tanah dan lindungi pernapasan Anda.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved