Breaking News:

Sate Maut

Sate Beracun Berujung Maut, Begini Kata Ahli Berapa Batas Kalium Sianida hingga Picu Kematian

Seberapa bahayanya kalium sianida ini? Adakah ambang batasnya dalam tubuh hingga nyawa si ibu masih tertolong?

Kolase Tribunjogja.com | Kompas.com | Christi Mahatma | Markus Yuwono
Polisi ungkap kasus sate maut di Bantul di Mapolres Bantul, Senin (03/05/2021) 

Seberapa bahayanya kalium sianida ini? Adakah ambang batasnya dalam tubuh hingga nyawa si ibu masih tertolong?

SERAMBINEWS.COM - Kalium sianida, zat yang ada dalam kasus sate beracun menewaskan bocah berusia 10 tahun, NFP asal Bantul, Yogyakarta.

Sang ibu selamat, meski sama-sama mengonsumsi sate yang sama.

Seberapa bahayanya kalium sianida ini? Adakah ambang batasnya dalam tubuh hingga nyawa si ibu masih tertolong?

Inilah penjelasan mengenai zat kimia ini.

Tentang kandungan kalium sianida pada sate bercaun ini diungkap Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria saat melakukan jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Dalam jumpa pers itu, polisi juga mengungkapkan identitas wanita yang mengirimkan sate beracun tersebut.

Ternyata, racun kalium sianida itu dibeli secara daring dan sengaja ditaburkan di bumbu sate oleh tersangka yang berinisial NA.

Baca juga: Kagum! Ussy Sulistiawaty Bongkar Baju Bekas & Beli Empat Karung Beras, Dibagikan ke Panti Asuhan

Baca juga: Serangan Virus Makin Parah, Patuhilah Anjuran Pemerintah

Baca juga: 5 Fakta Menarik Laga Manchester City Vs PSG, Rekor Guardiola hingga Final Liga Champions Pertama

NFP (8) anak Bandiman meninggal dunia setelah menyantap sate yang dibawa oleh Bandiman, ayahnya driver ojek online Minggu (25/4/2021).

Sate yang dibawa Bandiman tersebut pemberian sosok perempuan misterius yang memesan jasa pengiriman secara offline.

NA Bandiman mengirimkan makanan ke Bangunjiwo, Kasihan, Bantul kepada seseorang berinisial T.

Halaman
1234
Editor: Nur Nihayati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved