Breaking News:

Berita Kutaraja

Warga Amankan 13 Remaja Pria & 2 Gadis ABG di Taman Wisata Lambung, Kasusnya Diserahkan ke Satpol PP

Sebanyak 13 pria berusia remaja bersama dua wanita ABG diamankan warga Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Selasa (4/5/2021) pagi.

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh sedang menasehati belasan remaja yang diamankan warga Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, karena ketahuan tidak puasa di taman wisata di desa tersebut, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 13 pria berusia remaja bersama dua wanita ABG diamankan warga Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Selasa (4/5/2021) pagi.

Pasalnya, belasan remaja asal sejumlah kecamatan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar itu kedapatan sedang tidak berpuasa di areal terbuka di Taman Wisata Gampong Lambung.

Warga desa setempat pun terganggu dengan pemandangan tersebut, sehingga sepakat mengamankan ke-15 remaja tanggung itu.

Setelah dinasehati dan diceramahi, ke-15 remaja yang terpaut usia antara 13 sampai 18 tahun itu pun diserahkan ke Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh yang dihubungi warga setempat.

Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Twijanarko, SSTP, MSi, melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Safriadi, SSosI kepada Serambinews.com mengatakan, awalnya mereka mendapat laporan dari warga.

Baca juga: Kejar-kejaran di Jalan, Xenia Komplotan Pencuri Lembu Dipepet Polisi hingga Tabrak Tiang Listrik

Baca juga: Lucinta Luna Ngaku Hamil, Suara Berubah saat Muntah, Dokter Curiga Kena Kanker Testis

Baca juga: Daftar Harga HP Oppo Terbaru Mei 2021: Oppo Reno5 hingga Oppo A74 Lengkap dengan Spesifikasinya

Setelah mendapat laporan tersebut, lanjut Safriadi, petugas pun langsung bergerak ke Gampong Lambung.

Menggunakan satu truk, belasan remaja tanggung itu pun dijemput dari Gampong Lambung untuk dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Pada saat ditanyai satu persatu, rata-rata dari remaja itu tak mampu menjawab mengapa mereka melakukan tindakan tak terpuji itu di ruang publik.

Karena, di saat umat muslim sedang menjalani ibadah puasa, mereka justru tanpa merasa malu dan vulgar menunjukkan perbuatan yang menodai kesucian bulan Ramadhan.

"Apa yang dilakukan 15 remaja ini tak dapat ditolerir. Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab semua, terutama keluarga dan orang tua untuk menempa akhlak mereka agar lebih bisa menghargai bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Baca juga: Tangan Bocah Ini Hancur Akibat Ledakan Mercon, Petasan yang Dipegang Meledak, Kondisinya Mengenaskan

Baca juga: Gaji Habis buat Jajan Pacar, Seorang Pria Nekat Gantung Diri, Korban Sudah Berniat Nikahi Kekasihnya

Baca juga: Mantan Jubir KPK Febri Diansyah: Ada Kasus Besar yang Ingin Disingkirkan Lewat Pelemahan Penyidik

Menurut Safriadi, para remaja tersebut harus ditempa untuk bisa menjadi anak yang berakhlak mulia, karena mereka lah harapan negeri ini ke depan.

"Kalau dari usia dini tingkah pola mereka saja sudah begitu, bagaimana kalau kondisi ini dibiarkan,”urainya.

“Apa jadinya mereka ke depan kalau dari sekarang saja mereka secara gamblang dan terang-terangan menunjukkan tidak puasa di area publik," ungkap Safriadi.

Ia menerangkan, anak-anak itu hanya diberi teguran dan peringatan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Meski demikian, dampak dari tindakannya itu, orang tua atau wali dari remaja itu pun dipanggil ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk menjemputnya.

Baca juga: VIDEO Perawat Cantik Dibakar Hidup -hidup Orang Tak Dikenal, Wajahnya Hangus

Baca juga: Intip! Jurus Jitu Akting Nangis Reyna di Sinetron Ikatan Cinta, Pantas Fara Shakila Sukses

Baca juga: Suami Bunuh Istri di Muara Enim, Kepala Korban Ditombak 2 Kali, Pelaku Kesal Pulang Kerja Diomeli

Hal itu dimaksudkan agar orang tua dan wali anak-anak itu tahu apa yang dilakukan oleh remaja- remaja tersebut.

"Kami juga meminta orang tua dan wali remaja tersebut untuk memberikan perhatiannya terhadap anak-anak mereka," papar dia.

"Seluruh anak-anak itu sudah kami kembalikan ke keluarganya," pungkas Kabid Penegakan Syariat Islam, Safriadi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved