Kapolda Minta Personel Lebih Siaga
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, meminta personel untuk lebih siaga dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri
* Amankan Lebaran dan Kawal Penerapan Protkes
BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil, meminta personel untuk lebih siaga dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri tahun ini dan mengawal penerapa protokol kesehatan (protkes) di masyarakat. Sebab, menurut Kapolda, dalam beberapa waktu terakhir tren kasus tersebut terus meningkat.
Permintaan itu disampaikan Kapolda seusai apel gelar pasukan di Mapolda Aceh, Rabu (5/5/2021).
Apel sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Seulawah 2021 itu dipimpin Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT. Turut hadir, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Achmad Marzuki, yang diwakili Dandim BS, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Drs Raden Purwadi, pejabat utama Polda Aceh, dan kepala instansi terkait lainnya.
Selama operasi itu berlangsung pada 6-17 Mei 2021, Polda Aceh menyiagakan 2.357 personel. “Selain untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri, Operasi Ketupat Seulawah 2021 juga dalam rangka mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, di mana tren kasusnya mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir,” ungkap Kapolda.
Lebih lanjut, Irjen Pol Wahyu Widada mengungkapkan, untuk menindaklanjuti kebijakan peniadaan mudik oleh pemerintah, pihaknya sudah mendirikan posko penyekatan pada titik-titik tertentu dan di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Hal tersebut dilakukan untuk menekan peningkatan penularan Covid-19. "Kita belajar dari tahun lalu. Sebelum Lebaran, kasus Covid-19 di Aceh melandai. Tapi, begitu Lebaran kasusnya langsung meningkat. Karena itu, pengalaman ini jangan sampai terulang kembali," kata Wahyu.
Karena itu, Kapolda meminta semua pihak terutama personel agar lebih siaga selama Operasi Ketupat Seulawah, baik dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri maupun mengawal penerapan protkes di masyarakat. "Jangan sampai kasus Covid-19 melonjak setelah Lebaran nanti" ujarnya mengingatkan.
Wahyu Widada juga meminta seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait di jajaran Pemerintah Aceh untuk belajar dari serangan gelombang kedua Covid-19 di India yang kini diinformasikan dalam kondisi sangat mencekam.
"Kita harus belajar dari lonjakan kasus di India. Kita tidak boleh lengah dan cuma fokus pada pengamanan Lebaran saja, akan tetapi pencegahan dan penerapan prokes juga sangat penting dalam situasi seperti sekarang," sebutnya. "Jangan sampai setelah Lebaran nanti, Aceh menjadi zona merah akibat kelengahan dan pembiaran kita selama Lebaran," tegas Kapolda.
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang menjadi inspektur upacara pada apel tersebut, membaca amanat tertulis Kapolri. Apel itu digelar serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan untuk mengecek kesiapan akhir pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, baik pada aspek personel maupun prasarana dan sarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.
Nova saat membacakan sambutan Kapolri menyampaikan, pada Operasi Ketupat tahun ini, tim yang terlibat bertugas untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan wilayah jalur mudik dan penegakan terhadap protokol kesehatan di tempat-tempat masyarakat beraktivitas. Pelaksanaan operasi itu berlandaskan kebijakan pemerintah yang telah melarang dan meniadakan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
"Prioritaskan langkah-langkah preemptive dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19," ujar Nova.
Sebagai langkah mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, ia meminta tim Operasi Ketupat segera memaksimalkan kegiatan posko di terminal, bandara, pelabuhan, dan stasiun. Posko itu bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga harus berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Adapun tugas yang harus dijalankan oleh petugas posko pengamanan dan penyekatan antara lain, mengawasi penerapan protokol kesehatan, serta mengecek dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang yaitu hasil negatif test Covid-19 paling lambat 1x24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi. Kemudian, melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang, mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif; serta melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat.
"Dalam Operasi Ketupat tahun 2021, substansi dari kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah adalah mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak terjadi klaster-klaster pada saat kegiatan di bulan suci Ramadhan seperti klaster pesantren, klaster mudik, klaster ziarah, klaster Tarawih, dan sebagainya," jelas Gubernur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/operasi-ketupat-seulawah-2021.jpg)