Breaking News:

Berita Bireuen

Menyangkut PAW Usman, Anggota DPRK Bireuen yang Dipecat karena Bawa Sabu, KIP Tunggu Surat DPRK

Agusni mengatakan pihaknya juga sudah menerima tembusan surat tersebut dan sebagai.pemberitahuan saja, sedangkan langkah berikutnya KIP tetap

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Ketua KIP Bireuen Agusni 

Baru belakangan terkonfirmasi bahwa itu benar Usman Sulaiman yang ditangkap di kawasan Aceh Timur.

Ironisnya, ia ditangkap justru saat sedang membawa sabu. Mantan Ketua  Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Bireuen ini ditangkap bersama dua orang lainnya, salah satunya adalah perempuan.

Foto tertangkapnya Usman Sulaiman ini banyak tersebar di grup-grup WhatsApp. Di dalam foto itu terlihat tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan.

Kedua laki-laki itu, salah satunya mirip dengan Usman, berada dalam posisi duduk dengan kondisi tangan terikat, sedangkan yang perempuan berdiri di belakang.

Tetapi Serambi tidak berhasil mendapat kesahihan tentang foto penangkapan itu. Pihak kepolisian di Bireuen justru balik menanyakan kebenaran foto dimaksud kepada Serambi.

“Bang, sepertinya US ( Usman Sulaiman) ditangkap. Dimana ditangkap Bang? Coba pastikan dimana ditangkap, di Medan atau Jakarta,” tanya seorang aparat penegak hukum.

Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Serambi kemudian menghubungi sejumlah sumber terpercaya, yang kemudian membenarkan bahwa yang di dalam foto itu adalah benar Usman Sulaiman, Anggota DPRK Bireuen.

“Ya sepertinya sudah ditangkap, namun dimana ditangkap dan kapan ditangkap, itu kurang jelas. Jelasnya (US) sudah berhasil ditangkap,” ujar sumber itu.

Kronologis penangkapan 

Kepastian tentang penangkapan Usman Sulaiman ini baru didapat Serambi menjelang malam kemarin dari sumber-sumber di Aceh Timur.

Usman disebutkan ditangkap di sekitar kawasan Masjid Gampong Beusa Meuranoe, Peureulak, Aceh Timur.

Dalam penangkapan itu, aparat ikut menyita puluhan bungkus sabu yang dikemas dalam plastik hitam dan disembunyikan di bagian mesin mobil double cabin yang dikendarai Usman dan seorang temannya yang bernama Hasan, warga Gampong Cot Panjoe, Peusangan.

Informasi yang diperoleh Serambi, penangkapan itu dilakukan oleh aparat kepolisian dari Sumatera Utara.

Tetapi Humas Polda Sumut membantah, dan menyebutkan bahwa yang melakukan penangkapan adalah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

Dia membenarkan adanya penangkapan itu, tetapi untuk keterangan lebih lanjut ia menyarankan Serambi menghubungi pihak BNN.

Sumber-sumber terpercaya di Aceh Timur mengungkapkan, Usman ditangkap pada Selasa pagi, bersama dua orang lainnya, dimana salah satunya perempuan.

Penangkapan diawali dengan penghadangan mobil double cabin warna hitam dengan nomor polisi NM 8330 TM.

Penghadangan dilakukan di kawasan depan Masjid Gampong Beusa Meurano, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Mobil itu kemudian digiring ke halaman masjid untuk dilakukan penggeledahan.

Dari video-video yang beredar, tampak petugas mengambil narkoba yang dibungkus plastik hitam, yang disimpan di bagian mesin depan mobil. Total narkoba yang diamankan sebanyak 25 bungkus.

"Yang melakukan penangkapan tim dari Poldasu. Yang ditangkap tiga orang, dua laki-laki, satu perempuan, salah satu laki-laki tersebut oknum anggota DPRK Bireuen," ungkap sumber itu.

Untuk diketahui, Usman Sulaiman ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 5 Maret 2021 lalu.

Surat DPO dikeluarkan Ditres Narkoba Polda Sumut dengan Nomor: DPO/02/III/2021/Ditresnarkoba tanggal 5 Maret 2021 yang ditandatangani Kasubdit III Dir Narkoba Polda Sumut, AKBP Fadris Lana.

Di dalam surat itu, Usman Sulaiman disebut melanggar tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi yang ditanyai Tribun Medan, Sabtu (27/3/2021), membenarkan surat DPO tersebut dengan terduga Anggota DPRK Bireuen bernama Usman Sulaiman.

" Usman Sulaiman itu memang DPO narkoba sejak surat itu dikeluarkan 5 Maret 2021, memang DPO itu. Sulaiman itu yang anggota DPRD Bireuen," ungkapnya.

Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Cornelius Wisnu, menjelaskan, Usman adalah pihak yang menginisiasi peredaran sabu yang berujung pada penangkapan adik ipar Usman bernama Sulaiman alias Loi dan Budi Rinaldi. (yus/c49)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved