Luar Negeri
Sumpah Serapah ke China, Menlu Filipina Minta Maaf, Presiden Duterte: Jangan Kasar ke Tiongkok
Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin pada Selasa (4/5/2021) meminta maaf kepada China atas perkataannya di media sosial.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, MANILA – Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin pada Selasa (4/5/2021) meminta maaf kepada China atas perkataannya di media sosial.
Permintaan maaf Locsin ditujukan kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi, setelah pesannya yang sarat sumpah serapah di Twitter.
Pesan yang sarat sumpah serapah itu menuntut China untuk segera memindahkan kapalnya dari Laut Filipina Barat.
“Saya tidak akan memohon provokasi terakhir sebagai alasan untuk kehilangannya, tetapi jika Wang Yi mengikuti Twitter maka saya minta maaf karena telah menyakiti perasaannya, ”kata Locsin di Twitter-nya.
Dalam sebuah cuitan pada hari Senin (3/5/2021), Locsin mengatakan kepada China untuk "keluar" dari Laut Filipina Barat.
Menyusul protes Manila atas apa yang disebutnya kehadiran secara "ilegal" dari ratusan kapal China di dalam 200 mil Filipina.
Baca juga: AS Gemetar Lihat Kapal Selam Nuklir China, Satu Rudal Balistiknya Bisa Bikin Lenyap Amerika
Baca juga: China Kirim Kapal Induk Shandong ke Laut China Selatan, Amerika Ketar-ketir
Itu merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Cina Selatan yang sedang disengketakan.
Juru bicara Istana Presiden, Harry Roque mengatakan Locsin juga secara pribadi meminta maaf kepada Duta Besar China untuk Filipina, Huang Xilian.
“Locsin memberi tahu saya bahwa dia telah meminta maaf kepada duta besar China. Kata-kata yang dia ucapkan disebabkan oleh hal-hal yang membuatnya kesal.” Kata Roque, dikutip dari ABS-CBN, Kamis (6/5/2021).
Locsin membenarkan pernyataan Roque bahwa Presiden Rodrigo Duterte tidak memintanya untuk meminta maaf tetapi dia melakukannya sendiri.
Menlu Filipina itu mengatakan dia menyadari persahabatannya dengan Wang, karena Wang adalah idolanya dalam diplomasi dan cukup dipertaruhkan.
Presiden Duterte pada hari Senin (3/5/2021) mengatakan, China telah menjadi negara yang dermawan kepada Filipina.
Durterte berulang kali berterima kasih kepada Beijing karena telah menawarkan vaksin COVID-19, pinjaman, dan investasi ke Filipina.
Baca juga: Pejabat China di Xinjiang Kecam Deklarasi Genosida Uighur Oleh Inggris, Tidak Berdasarkan Fakta
Baca juga: Pria Ini Bunuh Pasangan Sesama Jenis Usai Hubungan Intim di Kuburan China, Jasad Korban Membusuk
"Hanya karena kami memiliki konflik dengan China, tidak berarti kami harus bersikap kasar dan tidak sopan," kata Duterte dalam rekaman pidatonya.
“Faktanya, kami memiliki terlalu banyak hal (untuk) berterima kasih kepada China, bantuan di masa lalu dan bantuan mereka sekarang," tambah Duterte
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-filipina-rodrigo-roa-duterte-10032021.jpg)