Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Anak yang Bacok Ayah di Aceh Tamiang Ternyata Idap Gangguan Jiwa

“Kemungkinan gangguan kejiwaan yang terjadi pada pelaku disebabkan narkoba, sehingga tidak mempunyai kesadaran yang dapat menghilangkan nyawa orang...

Dok Polsek Kejuruan Muda
Polisi memasang police line di rumah Muliamin usai terjadinya aksi percobaan pembunuhan dan bunuh diri yang dilakukan anak korban, Jumat (7/5/2021). 

“Kemungkinan gangguan kejiwaan yang terjadi pada pelaku disebabkan narkoba, sehingga tidak mempunyai kesadaran yang dapat menghilangkan nyawa orang lain,” kata Yose.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Polsek Kejuruan Muda masih terus mendalami kasus percobaan pembunuhan dan upaya bunuh diri yang dilakukan seorang anak terhadap ayahnya di Dusun Payabatu Kampung Tanjungmancang, Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, Jumat (7/5/2021).

Kasus ini menyebabkan Muliamin (44) dan anaknya, Agusti (24) dilarikan ke RSUD Aceh Tamiang dengan kondisi kritis akibat bacokan senjata tajam.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Kejuruan Muda Ipda Yose Rizaldi menjelaskan, kekerasan ini dilakukan Agusti dengan membacok kepala dan leher ayahnya menggunakan parang.

Usai melihat ayahnya terkapar berlumuran darah, Agusti langsung mengarahkan mata parang ke lehernya.

“Pelaku terindikasi menggorok lehernya sendiri sebagai upaya percobaan bunuh diri,” kata Yose.

Polisi masih mendalami penyebab pelaku nekat melakukan kekejian itu.

Baca juga: Pemandu Lagu Tewas Tak Wajar di Kosan, Kamarnya Penuh Asap, Pemilik Kos: Tamu Pria Hilir Mudik

Namun kuat dugaan, insiden berdarah ini berkaitan erat dengan kondisi pelaku kejiwaan pelaku yang terganggu.

Yose mengungkapkan dari keterangan saksi, pelaku diketahui mengalami gangguan jiwa yang disebabkan kecanduan narkoba.

Penyakit kejiwaan ini disimpulkan lumayan parah, karena pelaku pernah dirawat di RSUZA Banda Aceh.

“Kemungkinan gangguan kejiwaan yang terjadi pada pelaku disebabkan narkoba, sehingga tidak mempunyai kesadaran yang dapat menghilangkan nyawa orang lain,” kata Yose.

Akibat penganiayaan ini, Muliamin yang menjadi korban menderita luka serius akibat bacokan di bagian kepala belakang dan luka koyak di leher.

Kondisi pelaku pun tidak kalah parah.

Akibat ulahnya menggorok leher sendiri, pelaku mengalami luka parah di bagian leher dan kondisinya dinyatakan kritis. (*)

Baca juga: Larangan Operasi AKDP Wilayah Aceh Tetap Diterapkan

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved