Breaking News:

Luar Negeri

Calon PM Israel Pengganti Netanyahu Punya Misi Ambisius di Yerusalem, Palestina Kian Tersudut

Yair Lapid, politisi yang partainya menempati posisi kedua dalam pemilihan Israel, telah berjanji untuk membatalkan jabatan perdana menteri.

Eurasia Diary
Yair Lapid, Calon PM Israel Pengganti Netanyahu 

SERAMBINEWS.COM - Yair Lapid, politisi yang partainya menempati posisi kedua dalam pemilihan Israel, telah berjanji untuk membatalkan jabatan perdana menteri.

Hal itu akan dilakoninya jika memang perlu membentuk koalisi guna menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari kekuasaan.

Sekarang, setelah Netanyahu gagal membentuk koalisi, keterampilan politik dan ketulusan Lapid akan diuji.

Presiden, Reuven Rivlin, telah memberinya kesempatan untuk menyusun pemerintahan yang mungkin mengirim akan membuat Netanyahu menjadi pihak oposisi dan mengakhiri kemacetan politik Israel.

Partai Lapid, Yesh Atid (Ada Masa Depan), memenangkan 17 kursi dalam pemilihan, yang keempat di Israel dalam dua tahun.

Tetapi jalannya menuju kekuasaan terhambat oleh blok anti-Netanyahu, yang terdiri dari banyak partai kecil dengan agenda yang saling bentrok.

Beberapa elemen sayap kanannya memandang Lapid terlalu sayap kiri untuk memimpin pemerintahan alternatif.

Netanyahu sendiri melancarkan berkampanyenya head-to-head melawan Lapid, dan tak mau menganggapnya sebagai lawan yang enteng.

Baca juga: Amerika Serikat Buka Suara Terkait Bentrokan Polisi Israel dan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Baca juga: Arab Saudi Kutuk Israel, Gusur Rumah Warga Palestina di Jerusalem

Sementara itu, Lapid menjalankan kampanye diam-diam yang menyerukan untuk melestarikan demokrasi liberal dan menggagalkan tujuan yang dinyatakan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan yang terdiri dari partai-partai sayap kanan, yang bergantung pada para rabi ultra-Ortodoks dan ekstremis ultranasionalis.

Lapid juga telah menyerukan untuk melindungi peradilan dari Netanyahu, yang sedang diadili atas tuduhan korupsi dan yang, bersama dengan sayap kanan dan sekutu agamanya, bermaksud untuk mengekang kekuasaan Mahkamah Agung dan mungkin mencari semacam kekebalan dari penuntutan.

Halaman
123
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved