Breaking News:

Larangan Mudik

Libur Lebaran, ASN Aceh Tamiang Dilarang Mudik

Seluruh ASN diminta menanggapi positif larangan mudik ini, karena bertujuan menekan angka penyebaran Covid-19.

SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang, Mursil 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Bupati Aceh Tamiang Mursil melarang aparatur sipil negara (ASN) mudik lebaran Idul Fitri 1442 H.

Larangan ini juga berlaku untuk keluarga ASN agar tidak berpergian ke luar kota atau mudik terhitung mulai 6-17 Mei.

Mursil menjelaskan instruksi larangan mudik ini merupakan turunan dari Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor: 8/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Secara otomatis larangan itu juga diturunkan ke daerah kabuptan dan kota di Indonesia, tak terkecuali Aceh Tamiang,” kata Mursil, Selasa (11/5/2021).

Mursil mengingatkan agar larangan ini dipatuhi karena dalam surat edaran itu telah diatur tentang sanksi bagi ASN yang melanggar.

Dia menjelaskan sanksi bersifat penegakan disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2019 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Baca juga: Ormas Islam di Indonesia, Malaysia dan Singapura Minta PBB Bersikap Tegas pada Israel

Baca juga: Makin Parah! Hari Ini Bertambah Lagi 15 Warga Lhokseumawe Terpapar Covid-19, Banda Sakti Terbanyak

Baca juga: VIDEO Arus Mudik Pulau Terluar di Aceh H-2 Idul Fitri 1442 Hijriah

Baca juga: VIDEO Seorang Pengunjung Mal di Kota Banda Aceh Reaktif Covid-19

“Setiap larangan tentu ada sanksinya, makanya saya ingatkan jangan coba-coba membuat pelanggaran,” ungkapnya.

Meski begitu, Mursil menjelaskan larangan ini tidak berlaku bagi ASN yang melakukan dinas luar kota.

Begitupun, ASN tersebut haru mendapat izin atau surat tugas dari pimpinan atau kepala kantor satuan kerja.

“Jadi tidak bisa sembarangan, ada mekanisme yang mengatur perjalanan dinas ini,” sambungnya.

Mursil mengajak seluruh ASN menanggapi positif larangan ini karena bertujuan menekan angka penyebaran Covid-19. Terlebih di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu sempat dinyatakan zona merah.

“Jangan sampai tingginya pergerakan manusia, kita di Aceh ini menjadi seperti India. Ini harus kita cegah bersama-sama,” tutupnya.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved