Sabtu, 18 April 2026

Serangan Israel di Masjid Al Aqsa

Ormas Islam di Indonesia, Malaysia dan Singapura Minta PBB Bersikap Tegas pada Israel

AWG melakukan aksi solidaritas di 30 titik di Indonesia, pasca-serangan Israel terhadap jemaah di Masjid al-Aqsa, Yerusalem.

Editor: Taufik Hidayat
Ahmad GHARABLI / AFP
Air mata mengepul di tengah bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dua ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mengutuk aksi kekerasan dan pengusiran paksa yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.

Mereka juga meminta Persatuan Bangsa-Bangsa dan dunia internasional mengambil langkah nyata atas kekerasan yang dilakukan tentara Israel.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam peristiwa yang terjadi saat umat muslim Palestina sedang menunaikan puasa dan ibadah di bulan Ramadan itu.

“PBB dan semua negara di dunia internasional harusnya bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, serta tidak boleh melindunginya,” ujar Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pernyataannya, Selasa (11/5/2021).

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mendesak PBB melakukan langkah cepat dan upaya strategis agar Palestina kembali damai, Palestina berdaulat sebagai sebuah negara yang diakui seluruh bangsa di dunia.

“PBNU mengutuk penyerangan polisi Israel terhadap warga Palestina yang sedang beribadah. Terlebih, peristiwa itu terjadi pada Ramadhan, bulan yang suci bagi umat Islam,” kata Helmy dalam pernyataannya.

Baca juga: Muallaf dan Fakir Miskin Terima 350 Paket Idul Fitri

Baca juga: Makin Parah! Hari Ini Bertambah Lagi 15 Warga Lhokseumawe Terpapar Covid-19, Banda Sakti Terbanyak

Baca juga: VIDEO Arus Mudik Pulau Terluar di Aceh H-2 Idul Fitri 1442 Hijriah

Selain itu, NGO Aqsa Working Group (AWG) melakukan aksi solidaritas di 30 titik di Indonesia pada Senin sore, pasca-serangan Israel terhadap jemaah di Masjid al-Aqsa, Yerusalem.

Ketua Presidium AWG M. Anshorullah mengungkapkan, aksi tersebut digelar sekaligus berbagi takjil gratis di lokasi yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera, hingga Ternate.

Di Jakarta, aksi solidaritas Masjid al-Aqsa digelar di Tugu Tani.

Dari Malaysia, Majelis Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) melakukan penggalangan dana bagi para pejuang Masjid al- Aqsa untuk kebutuhan pangan, obat-obatan, dan keamanan.

“Dari Kuala Lumpur ke Istanbul, dari Senegal ke Kairo. Muslim harus bangkit untuk mempertahankan Masjid al-Aqsa,” ujar MAPIM dalam pernyataannya.

Mereka menargetkan pengumpulan donasi sebesar USD25 ribu dalam empat pekan untuk segera dikirim ke Masjid al-Aqsa.

Baca juga: Mulai Besok, Malaysia Kembali Berlakukan Lockdown Nasional

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Serangan Israel Bertambah Menjadi 24 Orang

Baca juga: Detik-detik 15 Mercon Besar Meledak, Berawal saat Memasang Sumbu, Obeng Menembus Mesiu

Sementara itu, Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) juga mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap jamaah tidak bersenjata dari agama apapun dan segala penodaan terhadap tempat ibadah.

MUIS sangat prihatin dan sedih dengan kekerasan yang terjadi terhadap para jemaah di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

“Kami berdoa rahmat dan keselamatan Allah bagi mereka yang tidak bersalah dan berharap adanya ketenangan dan de-eskalasi situasi yang cepat,” kata MUIS dalam keterangannya.(AnadoluAgency)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved