Breaking News:

Konflik Israel dan Palestina

Eropa Usulkan Negosiasi Langsung Antara Israel dan Palestina

Uni Eropa berkomitmen untuk meluncurkan kembali negosiasi langsung antara Israel dan Palestina yang dapat mengarah pada solusi dua negara.

NET
Uni Eropa 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Kepala juru bicara Komisi Eropa untuk urusan luar negeri, Peter Stano mengatakan, hanya negosiasi langsung yang dapat menyelesaikan semua masalah antara Israel dan Palestina.

"Peristiwa dan eskalasi terbaru hanya menggambarkan betapa pentingnya menggelar kembali negosiasi untuk menemukan solusi damai yang berkelanjutan untuk situasi saat ini," kata Peter Stano, Selasa (11/5/2021).

"Apa yang terjadi di wilayah Palestina, di Tepi Barat yang diduduki, di Yerusalem Timur, di dalam dan sekitar Gaza benar-benar sangat mengkhawatirkan bagi Uni Eropa," kata Stano.

Dia menambahkan bahwa "penembakan roket" dari Jalur Gaza terhadap populasi di Israel "sama sekali tidak dapat diterima".

Dia mendesak semua pihak untuk menegakkan hukum kemanusiaan internasional dan menghindari eskalasi lebih lanjut untuk melindungi sipil.

Dia juga menggarisbawahi bahwa upaya diplomatik Uni Eropa berusaha untuk segera mengakhiri "peningkatan kekerasan baru-baru ini" dan memulihkan "ufuk politik."

Baca juga: Ternyata Ini Pemicu Bentrokan dan Menjadi Penyebab Munculnya Krisis Baru di Yerusalem

Baca juga: Pejuang Hamas Mulai Serang Israel di Bagian Selatan

Baca juga: HAMAS Minta Jokowi Bela Palestina

Uni Eropa berkomitmen untuk meluncurkan kembali negosiasi langsung antara Israel dan Palestina yang dapat mengarah pada solusi dua negara, imbuh Stano.

Beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan serius dalam ketegangan dan kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, khususnya di Yerusalem Timur, atas penggusuran warga Palestina dari daerah Sheikh Jarrah untuk membangun permukiman Israel.

Pada Jumat dan Senin, pasukan Israel menyerang jemaah Muslim di dekat dan di Masjid al-Aqsa, situs Muslim paling suci ketiga di dunia, mereka menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat setrum dan melukai ratusan warga lainnya.

Baca juga: Kisah Penantian Fatimah, Nenek 90 Tahun yang Selalu Menunggu Anaknya tak Kunjung Pulang saat Lebaran

Baca juga: Aamir Khan Pilih Tinggal di Rumah Sederhana, Dikenal Aktor Bayaran Termahal Bergaji Rp 165 Miliar

Baca juga: Pemerintah Indonesia Umumkan 3.448 Kasus Baru Covid-19

Sementara itu, menurut Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, kelompok bersenjata Palestina telah meluncurkan sekitar 250 roket ke arah Israel, sementara militer Israel telah melancarkan serangan udara ke Gaza.

Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan menurut hukum internasional, sehingga membuat semua permukiman Yahudi di sana dianggap ilegal.

Seperti Turki dan sebagian besar komunitas internasional, Uni Eropa tak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya sejak 1967.(AnadoluAgency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved