Breaking News:

Internasional

Perang Total Terancam Pecah di Jalur Gaza, Baku Tembak Tidak Juga Berhenti

Perang total terancam pecah di Jalur Gaza dan Israel, seiring tembakan roket Hamas dan serangan udara Israel terus berlanjut.

Editor: M Nur Pakar
Istimewa via Tribun
Api membumbung tinggi membakar pemukiman warga Palestina di Gaza oleh serangan udara tentara Israel, Selasa (11/5/2021) 

SERAMBINES.COM, GAZA - Perang total terancam pecah di Jalur Gaza dan Israel, seiring tembakan roket Hamas dan serangan udara Israel terus berlanjut.

Ditambah kerusuhan di kota-kota Yahudi-Arab, memicu kekhawatiran kekerasan mematikan antara Israel dan Palestina dapat berubah menjadi "perang skala penuh".

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz berjanji akan melakukan lebih banyak serangan terhadap Hamas dan kelompok pejuang Islam lainnya di Jalur Gaza.

Dia beralasan untuk membawa ketenangan total, dalam jangka panjang, sebelum mempertimbangkan gencatan senjata.

Baca juga: Liga Muslim Dunia Kutus Keras Serangan Israel di Jalur Gaza Masjid Al-Aqsa

“Ini baru permulaan,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan.

"Kami akan memberikan pukulan yang tidak mereka impikan," tambahnya

Dilansir AFP, pejuang Gaza telah meluncurkan lebih dari 1.000 roket sejak Senin (10/5/2021).

Sebaliknya, Israel, telah melakukan ratusan serangan udara terhadap kelompok-kelompok Islam di daerah kantong pantai yang padat di Jalur Gaza.

Permusuhan paling intens dalam tujuh tahun telah menewaskan sedikitnya 56 orang di Jalur Gaza.

Termasuk 14 anak-anak, dan enam di Israel, selain seorang tentara Israel dan satu warga negara India.

Selain itu, tiga warga Palestina tewas dalam bentrokan di Tepi Barat.

Dan setidaknya 230 warga Palestina dan 100 warga Israel terluka.

Baca juga: VIDEO Pesawat Tempur Israel Bombardir Gedung 12 Lantai di Gaza

Pertumpahan darah tersebut dipicu oleh kerusuhan akhir pekan di kompleks masjid Al-Aqsa Jerusalem, yang dikeramatkan baik bagi Muslim maupun Yahudi.

Ketika kekuatan dunia menyuarakan kekhawatiran yang semakin besar atas krisis, utusan Timur Tengah PBB Tor Wennesland memperingatkan "kita akan melihat perang penuh."

Dewan Keamanan PBB kembali mengadakan pertemuan darurat tanpa menyepakati pernyataan bersama karena mendapat tentangan dari Amerika Serikat, sekutu Israel.(*)

Baca juga: Paramedis Klinik Indonesia dan Ambulans Dermawan ACT di Gaza Ikut Evakuasi Korban Serangan Israel

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved