Kamis, 16 April 2026

Berita Luar Negeri

Petugas Ambulans India Buang Puluhan Mayat Korban Covid-19 ke Sungai

Petugas ambulans di India dilaporkan terlihat membuang jasad korban Covid-19 ke sungai ketika krisis virus corona di negara itu terus berlanjut

Editor: Muhammad Hadi
Daily Mail
Mayat korban covid-19 dibuang ke sungai - Petugas kesehatan di India terekam video saat membuang mayat di Sungai Gangga. Petugas ambulans di India dilaporkan terlihat membuang jasad korban Covid-19 ketika krisis virus corona di negara itu terus berlanjut. 

Petugas Ambulans India Buang Puluhan Mayat Korban Covid-19 ke Sungai

SERAMBINEWS.COM, INDIA - India kewalahan hadapi lonjakan covid-19 hingga mayat dibuang ke sungai

Petugas ambulans di India dilaporkan terlihat membuang jasad korban Covid-19 ke sungai ketika krisis virus corona di negara itu terus berlanjut.

Dilansir Mirror, laporan lainnya mengklaim puluhan mayat korban virus corona juga terdampar di tepi Sungai Gangga, di sepanjang Uttar Pradesh dan Bihar, pada hari Selasa (11/5/2021).

Pejabat mengklaim mereka telah mendapati 71 mayat terdampar di tepi.

Janardhan Singh Sigriwal, Anggota Parlemen Bihar untuk partai BJP yang berkuasa di negara itu, mengklaim korban virus corona dibuang oleh pengemudi ambulans dari jembatan, lapor Daily Mail.

Sebuah video yang diduga menunjukkan mayat-mayat yang dilempar ke dalam air dibagikan di media sosial.

Baca juga: Warga India Pakai Ek dan Iek Lumo Untuk Lawan Covid-19, Setelah Kering Peluk Sapi, Dokter Khawatir

Pihak berwenang di distrik Katihar sedang menyelidiki klaim tersebut.

Laporan menyebut staf berusaha untuk menyingkirkan mayat karena tidak ada keluarga yang mengklaim mayat-mayat itu.

Mayat juga dikatakan dilarung karena keluarga yang berduka tidak mampu membeli kayu untuk melakukan kremasi.

Krematorium di berbagai tempat juga kewalahan.

India berada di bawah tekanan untuk melakukan lockdown total karena varian Covid mendatangkan malapetaka.

Baca juga: Sempat Dinyatakan Hilang, Warga Lhok Aman Ditemukan Selamat

Perdana Menteri Narendra Modi menghadapi seruan untuk pembatasan yang ketat karena India terus mencatat 300-400.000 kasus setiap hari serta 3.000-4.000 kematian.

Rumah sakit kehabisan oksigen dan tempat tidur sementara kamar mayat dan krematorium penuh.

Varian virus corona yang melanda India juga dapat menyebar hingga 60% lebih cepat daripada jenis Kent, kata seorang ilmuwan terkemuka.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved