Berita Nagan Raya
Banjir Kepung 4 Desa di Nagan Raya, Jalan dan Rumah Terendam, Krueng Tripa Meluap
Akibatnya, akses warga yang padat pada hari ketiga Idul Fitri 1442 Hijriah itu ikut terganggu.
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Akibatnya, akses warga yang padat pada hari ketiga Idul Fitri 1442 Hijriah itu ikut terganggu.
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Hujan lebat melanda Nagan Raya menyebabkan empat desa di Kecamatan Tripa Makmur, kabupaten setempat dikepung banjir, Sabtu (15/5/2021).
Akibatnya, akses warga yang padat pada hari ketiga Idul Fitri 1442 Hijriah itu ikut terganggu.
Informasi diperoleh Serambinews.com, dari BPBD Nagan Raya menjelaskan, empat desa yang terendam banjir meliputi Gampong Panten Panye, Ujong Krueng, Neubok Ye, dan Lueng Keube Jagat.
Banjir selain merendami permukiman warga, juga menyebabkan jalan provinsi Lamie - Langkak terendam setinggi dengan ketinggian 40 centimeter.
Banjir yang melanda setelah hujan lebat menyebabkan Krueng Tripa ikut meluap.
Hingga hari ini, Sabtu (15/5/2021) sore, debit air masih mengenangi wilayah itu meski ketinggian air mulai berkurang.
Baca juga: Begini Penjelasan Airlangga Hartarto Terkait Pembukaan Objek Wisata di Tengah Larangan Mudik
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Kecam Kekejaman Israel, Ajak Warga Boikot Produk Yahudi
Baca juga: Objek Wisata di Bireuen Ditutup untuk Antisipasi Penyebaran Covid-19
Sejauh ini belum ada laporan warga mengungsi di desa yang kerap dilanda banjir ketika musim hujan lebat tersebut.
Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi, didampingi tim Pusdalops Agus Salim mengakui bahwa empat desa di Tripa Makmur terendam banjir.
"Banjir melanda setelah dilanda hujan lebat," katanya menjawab Serambinews.com.
Menurutnya, tim BPBD Nagan Raya masih memantau terhadap perkembangan banjir tersebut.
"Harapan kita banjir segera surut kembali," harapnya.
Lebaran terganggu
Sementara itu, dampak banjir sangat dirasakan oleh warga empat desa di Kecamatan Tripa Makmur Nagan Raya pada Sabtu (15/5/2021).
Pasalnya masih suasana hari ketiga Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.
"Keluhan bukan saja daerah kami terendam. Tapi keluarga kami yang jauh ingin bertamu menjadi terganggu," ujar Samsudin, seorang warga setempat.
"Harapan kami banjir segera surut," harapnya.
Potensi hujan
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca tiga hari ke depan di wilayah barat selatan Aceh.
Hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat serta petir akan menguyur wilayah itu.
Informasi diperoleh Serambinews.com, Jumat (14/5/2021) dari BMKG Stasiun Meteorologi di Kubang Gajah, Nagan Raya, menjelaskan delapan kabupaten/kota wilayah barat selatan Aceh berpotensi hujan dari pagi hingga malam hari.
Delapan kabupaten meliputi Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil.
Tiga kabupaten pada malam hari hujan petir meliputi Nagan Raya, Abdya dan Aceh Selatan.
"Waspadai hujan sedang hingga lebat serta petir dan angin kencang melanda barat selatan," ujar prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi di Nagan Raya, Rezky P Hartiwi.
Dikutip Serambinews.com dari grup BMKG menjelaskan, potensi hujan yang disertai petir hingga tiga hari ke depan.
Kewaspadaan tersebut hingga terhindari kasus yang tidak diinginkan seperti korban longsor, angin kencang hingga korban sambaran petir.
Menurut BMKG, untuk suhu 22 hingga 31 derajat celsius dan kelembaban 75-95 persen.
Sedangkan kecepatan angin di wilayah barat selatan 20 kilometer per jam arah timur laut.
BMKG merilis gelombang laut di delapan kabupaten/kota tersebut 1,25 meter hingga 2,5 meter. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-di-nagan-raya-pada-lebaran.jpg)