Breaking News:

Begini Penjelasan Airlangga Hartarto Terkait Pembukaan Objek Wisata di Tengah Larangan Mudik

Airlangga Hartarto mengatakan dibukanya objek wisata di tengah kebijakan peniadaan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah mengacu pada aturan Pemberlakuan

Ekon.go.id
Ketua Komite Pemulihan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto 

Airlangga Hartarto mengatakan dibukanya objek wisata di tengah kebijakan peniadaan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah mengacu pada aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

SERAMBINEWS.COM - Airlangga Hartarto, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN)  menaggapi soal pembukaan objek wisata di periode larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah ini. 

Airlangga Hartarto mengatakan dibukanya objek wisata di tengah kebijakan peniadaan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah mengacu pada aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Yakni, aturan soal pengunjung harus dipastikan menerapkan prokol kesehatan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta pembatasan pengungunjung yang hanya 50 persen.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam dialog bertajuk Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (15/5/2021).

“Pemerintah sudah jelas mengatur dalam PPKM mikro bahwa tempat-tempat publik diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan dan dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen,” kata Airlangga.

Baca juga: VIDEO Hindari Penyebaran Covid-19, Seluruh Objak Wisata di Bireuen Ditutup Sementara

Baca juga: PMB di Lhokseumawe Tetap Digelar Secara Tatap Muka Pada 19 Mei 2021, Ini Aturan Lengkapnya

Baca juga: Selamatkan Masjidil Aqsa dari Serangan Zionis Yahudi, HMI Lhokseumawe Serukan Baca Qunut Nazilah

Lebih lanjut, Menko Perekonomian ini mengatakan bahwa pembukaan tempat wisata diserahkan kepada Pemerintah Daerah masing-masing.

Tentunya, dengan pedoman PPKM Mikro soal aturan pembukaan tempat-tempat wisata atau publik yang sifatnya komunal.

“Yang dibolehkan yang sifatnya komunal, artinya diaglomerasi wilayah yang terkait. Tentu ini pengaturan teknis dari masing-masing Pemda bisa mengatur," jelas Airlangga. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Airlangga Hartarto Soal Pembukaan Objek Wisata Di Tengah Larangan Mudik

BERITA LAIN TERKAIT LARANGAN MUDIK

Editor: Mursal Ismail
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved