Berita Aceh Besar
Wabup Aceh Besar Lepas Air Irigasi Krueng Aceh, Minta Distop Ilegal Logging di Hutan Seulawah
Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab mengatakan, hari ini masih bisa melepas air irigasi Krueng Aceh, dari Bendungan Irigasi Krueng Aceh
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab mengatakan, hari ini masih bisa melepas air irigasi Krueng Aceh, dari Bendungan Irigasi Krueng Aceh, Gampong Seunebok, Kecamatan Seulimum untuk kebutuhan air pada masa tanam padi gadu.
Karena jumlah hutan/pohon di hulu Sungai Krueng Aceh di Gunung Seulawah, jumlah masih banyak.
“ Tapi, besok atau tahun depan, kita belum pastikan bisa melakukan kegiatan yang sama seperti ini, untuk kesejahteraan petani, jika penebangan liar atau illegal logging di kawasan Hutan Gunung Seulawah tidak di stop,” ujar Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab dalam acara pelepasan air bendungan Krueng Aceh untuk musim tanam gadu 2021, Senin (17/5/2021) di bendungan Krueng Aceh, Gampong Seunebok, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar.
Baca juga: Satpol PP Aceh Tangkap 25 PNS dan 3 Orang Tenaga Kontrak, Nongkrong di Warkop Hari Pertama Kerja
Wakil Bupati Aceh Besar menyerukan kepada para pelaku illegal logging untuk istrahat dan stop, serta taubat tidak lagi menebang kayu secara illegal di Kawasan Hutan Gunung Seulawah.
Imbuan ini disampaikan, kata Tgk Husaini, karena menebang pohon di kawasan hutan lindung, yang merupakan kawasan sumber mata air bagi bendungan irigasi, lebih banyak mudharatnya, dari pada manfaatnya.
“Kalau kawasan hutan lindung yang menjadi tempat penampungan air pada musim hujan, terus digunduli, dengan cara menebang pohonya, bisa membuat hulu Sungai Krueng Aceh mengalami kekeringan,” tegas Husaini.
Jika air di sungai sudah kering, kata Husaini, apa lagi yang mau dilepas ke sawah petani, sementara air yang mau di lepas sudah tidak tersedia lagi di kolam bendungannya.
Baca juga: Sedang Terparkir di Teras Rumah, Sepeda Motor Raib Digondol Maling di Bener Meriah
Jadi, kata Husaini A Wahab, dalam acara pelepasan air hari ini, menyerukan kepada para pelaku illegal logging selama ini, sudahi kegiatan penebangan pohon di hutan secara ilegal, istrahat dan stop penebangan kayu.
Cari rezeki yang lain, untuk menafkahi keluarga di rumah.
Banyak juga orang disekitar kawasan hutan lindung yang menafkahi keluarganya bukan dengan menebang pohon, tapi mereka juga bisa tetap beli beras dan keluarganya tetap makan.
“ Tapi kenapa kita yang selama ini melakukan penebangan pohon, tidak mau menyetop kegiatan yang dapat membuat banyak orang menjadi melarat dan miskin,” ujar Husaini.
Baca juga: Harga Emas Per Gram, Ini Rincian Harga Emas Hari Ini Senin 17 Mei 2021
Selanjutnya kepada para petani yang ikut tanam padi gadu, kata Husaini, manfaatkan air sawah yang ada se efektif mungkin, agar petani lainnya juga bisa mendapat air.
Jangan karena sawahnya berada dekat dengan saluran induk, membuka pintu pembagi air sesuka hati, sehingga sawah petani lainnya yang berada jauh dari saluran induk pembagi air irigasi tidak kedapatan.
Wakil Bupati Aceh Besar itu, meminta kepada Pengurus Kejrueng Blang, bisa mengatur air di musim tanam gadu ini dengan adil, merata dan bijaksana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lepas-air-bendungan-krueng-aceh-untuk-musim-tanam-padi.jpg)